alexametrics

Komisi III DPR Minta Kapolri Beri Sanksi Pidana kepada Kapolda Nakal

16 Juni 2021, 17:02:42 WIB

JawaPos.com – Anggota Komisi III DPR Johan Budi Sapto Pribowo meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk bertindak tegas kepada kapolda dan kapolres yang melakukan tindakan nakal. Sehingga bukan hanya diberikan sanksi mutasi saja.

“Jadi kalau ada kapolres nakal, kapolda nakal itu jangan sekedar dimutasi pak. Tapi bawa dia ke ranah pidana, karena itu masuk pidana menurut saya,” ujar Johan dalam rapat kerja dengan Kapolri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/6).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menambahkan, bahkan jika ada kapolres dan kapolda yang nakal tersebut bisa dicopot dari jabatannya. Termasuk diberikan sanksi pidana.

“Tapi juga perlu dicopot dari jabatannya dan juga tidak diberi kesempatan untuk tetap berada di korps bhayangkara, karena sudah dipidana,” katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengajak masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan polisi-polisi nakal di lapangan. Bahkan mantan Kabareskrim itu mengajak masyarakat untuk menyampaikan laporan tersebut kepadanya lewat aplikasi WhatsApp ke nomornya pribadinya sendiri.

“Kalau ada WA (WhatsApp-Red) langsung ke Kapolri, masih kami layani,” ujar Sigit.

Baca Juga: Tak Terima Candaan Yasonna Soal AHY, Santoso Demokrat Ngomong Begini

Mantan Kabareskrim ini menambahkan masyarakat juga bisa melaporkan polisi-polisi nakal secara online lewat aplikasi Dumas Presisi.

Sigit juga mengajak masyarakat untuk mengunduh aplikasi Dumas Polri dan Propram Presisi. Sehingga nantinya Polri bisa menindak laporan dari masyarakat terkait polisi-polisi nakal.

“Jadi bisa dilaporkan (polisi nakal-Red) melalui aplikasi ini, dan aplikasi ini akan ditundaklanjuti,” ungkapnya.

Menurut Sigit, dari aplikasi Propam Presisi ini sejauh ini telah unduh oleh 5.060 pengguna. Terdapat 124 aduan, di mana 39 aduan telah ditindaklanjuti (31.4 persen). Sedangkan 85 aduan tidak ditindaklanjuti. Sementara untuk Dumas Presisi sampai saat ini terdapat 8.646 laporan pengaduan dari masyarakat.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads