alexametrics

Para Pemimpin Muda Tebar Energi Perdamaian

Agar Bisa Membangun Pascapemilu
16 Mei 2019, 11:15:24 WIB

JawaPos.com – Para pemimpin muda kemarin bertemu dan duduk dalam satu meja di Museum Kepresidenan, Balai Kirti, Bogor. Mereka menyuarakan keinginan yang sama. Yakni, Indonesia damai dan diwarnai energi positif dalam membangun.

Pertemuan yang diinisiatori Wali Kota Bogor Bima Arya tersebut dihadiri delapan kepala daerah. Selain Bima Arya, ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Ada juga Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wagub Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany. Kemarin juga terlihat dua putra mantan presiden, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Yenny Wahid.

Sebenarnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga diundang. Namun, dia berhalangan karena pemprov memiliki acara. Mereka menamai pertemuan tersebut dengan Forum Bogor.

Bima mengatakan bahwa dirinya sudah lama mengenal tokoh-tokoh tersebut. Bahkan, jauh sebelum mereka menjadi pemimpin daerah. Mereka juga kerap bertemu secara informal. Baik sambil ngopi maupun melalui aplikasi media sosial.

Para pemimpin muda yang terdiri atas kepala daerah dan Agus Harimurti Yudhoyono bersilaturami di Bogor dan menggelar pertemuan untuk kedamaian bangsa ini. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Dalam pertemuan, para pemimpin daerah itu sering membincangkan bagaimana Indonesia ke depan. Karena itu, keguyuban antar pemimpin harus dibangun. Dia berharap kerukunan itu menjadi contoh di masyarakat. “Saya saja kadang lupa, sahabat saya ini partainya dari mana kok,” kata Bima.

Selain berbuka puasa bersama dan salat berjamaah, para pemimpin mendiskusikan apa yang terjadi dengan Indonesia. Apalagi, ada ancaman perpecahan pascapemilu. Diharapkan, dengan dipertemukannya para tokoh dan pemimpin tersebut, bisa tercipta kondisi yang lebih kondusif di masyarakat.

“Kami cinta Indonesia, kami ingin Indonesia damai. Dengan diwarnai energi positif dan optimisme dalam membangun Indonesia,” tutur pria kelahiran Bogor tersebut.

Ganjar Pranowo mengungkapkan hal serupa. Para pemimpin daerah tersebut ingin kembali mengukuhkan kebersamaan antar pemimpin yang ada di Indonesia. Karena itu, pada 22 Mei, yakni ketika hasil pemilu diumumkan, masyarakat tetap akan bersatu sebagai bangsa apa pun yang terjadi. “Agar masyarakat terinspirasi, follower-follower kami di dunia maya juga terinspirasi. Bahwa ada anak bangsa yang ingin damai ke depannya,” kata Ganjar.

Para pemimpin muda yang terdiri atas kepala daerah dan Agus Harimurti Yudhoyono bersilaturami di Bogor dan menggelar pertemuan untuk kedamaian bangsa ini. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Ridwan Kamil memiliki pemikiran yang sama. Dia menjelaskan, rakyat merupakan cermin pemimpin. Pemimpin juga merupakan cermin rakyat. Jika mereka mencontohkan hal yang baik, hal yang sama akan ditiru warga.

“Kami ingin mengisi ruang inspirasi sampai tanggal 22 Mei mendatang, bahkan untuk ke depannya juga,” paparnya.

Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan tergerak hadir dalam pertemuan tersebut karena semangat persatuan. Momentum pemilu seharusnya digunakan sebagai ajang untuk kembali mempererat silaturahmi. “Pertanyaannya cuma satu, sampai kapan? Apakah akan berhenti?” terangnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (bin/c10/git)