alexametrics

Tolak Poligami, PKS: PSI Berpotensi Dapat Reaksi Keras dari Umat Islam

15 Desember 2018, 09:41:14 WIB

JawaPos.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak adanya poligami di Indonesia. Sehingga apabila lolos ke parlemen, partai bro and sis ini akan memperjuangkan revisi atas Undang-Undang Nomor 1/1974, yang memperbolehkan poligami.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suhud Alynudin mengatakan, poligami itu tidak pernah dipermasalahkan dalam agama Islam. Sehingga PSI harus mengetahui hal itu terlebih dahulu.

“Kalau mereka ingin mempersoalkan agama, apalagi bukan agama yang dianutnya, harusnya mereka pelajari secara mendalam agar tak terjadi kegaduhan,” ujar Suhud kepada JawaPos.com, Sabtu (15/12).

‎Menurut Suhud, poligami itu permasalahan yang sudah selesai dan tak perlu ada perdebatan. Kajian sudah banyak. Jadi apabila PSI angkat soal poligami sebagai bahan kampanye mereka aitu adalah kemunduran.

“Jadi artinya mereka setback. Yang ada hanya kegaduhan yang tidak produktif,” katanya.

Suhud mengaku, poligami merupakan bagian dari syariat Islam yang jelas aturannya. Walaupun bukan merupakan kewajiban bagi semua orang Islam. Namun hukum poligami tidak bisa dihilangkan.

“Jika mereka menjadikan permasalahan agama, khususnya syariat Islam sebagai isu politik mereka, tentu berpotensi mendapat reaksi keras dari umat Islam,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie menegaskan sikapnya untuk memperjuangkan keadilan bagi perempuan Indonesia. Salah satu yang diperjuangkan PSI jika lolos parlemen adalah larangan poligami bagi pejabat publik hingga aparatur sipil negara.

“Jika kelak lolos di parlemen, langkah yang akan kami lakukan adalah memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat publik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta Aparatur Sipil Negara. Kami akan memperjuangkan revisi atas Undang-Undang Nomor 1/1974, yang memperbolehkan poligami,” kata Grace.

Grace mengatakan, di tengah berbagai kemajuan, masih ada banyak perempuan mengalami ketidakadikan. Salah satu penyebabnya, kata dia adalah praktik poligami.

Karena itu, kata Grace, PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Dia menegaskan tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari PSI yang boleh mempraktikkan poligami.

“Rela tidak ibu kita diduakan? Rela tidak kakak atau adik kita dimadu? Rela tidak anak kita menjadi istri kedua atau ketiga?,” tegasnya.‎

Editor : Kuswandi

Reporter : (gwn/JPC)



Close Ads
Tolak Poligami, PKS: PSI Berpotensi Dapat Reaksi Keras dari Umat Islam