JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ramainya Kata Sontoloyo dan Genderuwo

Kubu Jokowi Akui Lakukan Kampanye Negatif

Budiman: Itu Sah dalam Politik

15 November 2018, 09:49:53 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kubu Jokowi Akui Lakukan Kampanye Negatif
Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Budiman Sudjatmiko (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Penggunaan kata Sontoloyo dan Genderuwo belakangan menjadi sorotan publik. Dua diksi itu diakui bagian dari kampanye negatif selama Pilpres 2019 oleh pihak Jokowi-Ma'ruf Amin.

Budiman Sudjatmiko selaku Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyatakan, hal itu tidak memungkiri bahwa kata sontoloyo dan genderuwo bagian dari kampanye negatif. Hal tersebut dianggap sah-sah saja, selama bisa dibuktikan dengan fakta.

"Iya itu kampanye negatif dan kampanye negatif itu boleh. Kampanye negatif itu adalah sebuah kampanye menunjukkan kejelekan lawan selama dan sejauh pakai fakta dan itu sah dalam politik," ujar Budiman di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Kubu Jokowi Akui Lakukan Kampanye Negatif
Capres Jokowi-Cawapres Ma'ruf Amin (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Budiman memastikan bisa membuktikan bahwa kubu Prabowo-Sandi telah melakukan politik yang berdampak pada ketakutan rakyat. Hal itu pula yang tercermin seperti politik genderuwo.

"Kami bisa menunjukan bahwa sifat gendruwo adalah menakut-nakuti. Dan kita bisa bongkar mana yang namanya Pak Prabowo dan timnya menakut-menakuti," jelasnya.

Lebih lanjut, politikus PDIP itu beranggapan selama tidak menerapkan kampanye hitam atau black campaign, semuanya diperbolehkan dalam sebuah kampanye. Maka, kata sontoloyo dan genderuwo tidak perlu dipersoalkan.

"Yang kita nggak boleh itu adalah black campaign. Black campign itu adalah kampanye berdasarkan menjelekkan lawan dengan fitnah dan itu nggak boleh dan kami tidak mau," tukasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up