JawaPos Radar

Malam Dipanggil ke Istana Bogor, Pagi Dilantik Jadi MenPANRB

15/08/2018, 11:35 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Komjen Pol Syafruddin
Komjen Pol Syafruddin mengaku awalnya tidak mengira bahwa dirinya akan ditunjuk dan dilantik menjadi MenPANRB menggantikan politikus PAN Asman Abnur. (jpnn/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komjen Pol Syafruddin telah resmi menyandang jabatan baru sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatu Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB). Ia juga telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara dan dihadiri langsung oleh Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ditemui usai dilantik, Syafruddin menuturkan kronlogi saat dirinya ditunjuknya untuk menggantikan Asman Abnur. Menurut polisi yang dikenal dengan sebutan TB2 itu, pada Selasa malam (14/8), mantan dirinya dipanggil oleh Jokowi untuk datang ke Istana Bogor.

Pelantikan MenPANRB
Suasana pelantikan sekaligus pengambilan sumpah Komjen Syafruddin menjadi MenPANRB di Istana Negara. (Foly/Jawa Pos)

Di kediaman Presiden itu, Syafruddin diberitahu bahwa akan dilantik sebagai MenPANRB menggantikan politikus PAN Asman Abnur pagi ini di Istana. Ia pun menerima dengan baik mandat tersebut dari Presiden.

"Saya tidak mengira, tadi malam pukul 20:30 di panggil bapak Presiden ke Istana Bogor, beliau menyampaikan bahwa saya akan dilantik hari ini," ujar Syafruddin.

Setelah mendapat amanah tersebut, Syafruddin yang saat itu masih menjabat sebagai Wakapolri, lantas langsung melapor kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mengembalikan tugasnya di struktural Polri kepada atasannya itu.

Sehingga saat dilantik menjadi Menpan RB status Syafruddin sudah berubah menjadi sipil. "Saya sudah menyerahkan tugas dan tanggungjawab sebagai anggota Polri dan Wakapolri. Saya sekarang sudah dilantik menjadi sipil," jelasnya.

Namun keputusan mantan Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mengisi jabatan MenPANRB menimbulkan perdebatan. Sebab, diketahui Syaruddin dalam waktu dekat akan segera memasuki masa pensiun sebagai anggota Polri. Tapi sebelum waktu itu tiba ia justru memilih mundur dari lembaga yang membesarkan namanya itu.

Syafruddin sendiri mengaku tidak bisa menolak ketika ditunjuk sebagai MenPANRB. Sebab hal itu merupakan perintah negara, dan sebagai warga negara yang baik, amanah tersebut harus dijalankannya. 

"Iya karena perintah negara (sehingga saya terima menjadi Menpan RB)," tandasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up