JawaPos Radar

Pilpres 2019

Disebut Bukan Kader NU, Mahfud MD Singgung Kardus Duren

15/08/2018, 14:40 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Mahfud MD
mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD disebut-sebut bukan kader NU oleh beberapa orang PBNU. Padahala faktanya sejaka kecil beliau sudah hidup di lingkungan pendidikan NU. (Derry/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mahfud MD mengaku aneh dirinya disebut-sebut bukanlah kader Nahdlatul Ulama (NU). Padahal, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengaku dibesarkan lewat pendidikan pesantren di Madura.

"Saya ini lahir di Madura, besar di pondok pesatren NU dan madrasahnya NU," ujar Mahfud dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC), Selasa (14/8) malam.

Bahkan Mahfud juga menyebut dirinya menjadi rektor di salah satu universitas di Kediri yang langsung di bawah naungan NU. Terlebih dia juga aktif di Wahid Institute yang dimiliki oleh keluarga Abdurahman Wahid alias Gus Dur.

"Kemudian tahun lalu saya resmi saya pengurus Ansor yang ditandatangani oleh Said Aqil Siroj ‎(Ketua PBNU). Lalu saya Ketua Dewan Kehormatan ISNU, yang melantik Pak Aqil Siroj yang sering menyebut saya sebagai kader," katanya.

Oleh sebab itu, dirinya mengaku aneh kepada pihak-pihak yang meragukan dirinya sebagai kader NU. Terlebih mengenai Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin yang mengancam Joko Widodo (Jokowi). PBNU tidak bertanggung jawab kepada Jokowi apabila cawapres bukan kader NU.

"Waktu ada kasus kardus duren itu saya ditelepon Pak Aqil Sirodj. Saat itu saya di Makkah. Beliau minta tolong selamatkan NU, nanti NU bisa rusak. Tapi kalau ada hajatan politik ini saya dibilang bukan kader," ungkapnya.

Namun demikian walaupun disebut-sebut bukan kader NU, Mahfud tidak mengambil pusing. Dia menganggap itu hanyalah sebuah guyonan saja. "Tapi NU itu banyak guyonan. Saya anggap ini guyonan saja," pungkasnya.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up