JawaPos Radar

Ceramah di Istiqlal, Aa Gym Tekankan Kejujuran

15/06/2018, 08:29 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Ceramah di Istiqlal, Aa Gym Tekankan Kejujuran
Ustaz Abdullah Gymnastiar (Dok. JawaPos.Com)
Share this image

JawaPos.com – Ibadah Salat Idul Fitri 1439 Hijriah diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam ibadah tersebut hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Ustaz Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym selaku penceramah mengatakan Nabi Muhammad SAW mengawali perjuangannya dengan gelar Al Amin atau manusia sangat kredible terpercaya. Setiap ucapannya terjamin kebenarannya, setiap janji pastu ditepati, diberi amanah tidak akan pernaj berkhianat.

"Itu jadi fondasi untuk berbuat kebaikan adalah kejujuran tanpa kejujuran akan sulit berbuat baik, adaipun berbuat kebaikan sangat boleh jadi hanya untuk menutupi keburukan dan kejahatannya," ujar Aa Gym dalam ceramahnya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (15/6).

Kejujuran mesti menjadi agenda penting setiap keluarga di negeri Ini. Sehingga Indonesia yang dicintai menjadi berlimpah berkah karena kejujuran.

"Kejujuran itu diamalkan di kampus, perkantoran dan tempat-tempat lainnya," katanya.

Aa Gym juga mengajak semua umat agar melakukan intropeksi diri. Jika masih terbang karena pujian, namun jatuh karena hinaan atau kritikan itu belum bisa jujur. Belum bisa jujur juga termasuk lebih senang membagus-baguskan topeng dan kemasan. Namun abai pada isi.

"Karena bila kita jujur terhadap diri sendiri kita tidak akan bangga dengan pujian dan tidak akan sakit hati dengan cacian," katanya.

Menurut Aa Gym, apabila tidak senang dengan pujian. Karena tahu pujian itu tidak sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Itu hanya ditutupi saja.

"Kita dipuji orang lain karena Allah menutupi aib, dosa, kemaksiatan, kekurangan dan kesalahan kita," ungkapnya.

Selain itu, di Ramadan ini umat Islam juga mengendalikan hawa nafsu. Mengontrol segala bentuk pengendalian dan menahan diri. Aa Gym mencontohkan bagaimana orang yang tidak bisa mengendalikan syahwatnya kemudian jatuh kepada zini.

"Mereja tidak bisa mengendalikan keinginan nafsu duniawi, maka jadilah koruptor yang mencuri hak orang lain. Padahal dirinya sudah lebih dari cukup," pungkasnya.(

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up