JawaPos Radar | Iklan Jitu

SBY: Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Tiba-Tiba Pak Agum Menyerang Saya

15 Maret 2019, 14:35:46 WIB
SBY
Ani Yudhoyono berpose bersama keluarga, saat dirawat di RS Singapura (nstagram @aniyudhoyono)
Share this

JawaPos.com - Pernyataan Wantimpres Agum Gumelar yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai orang yang tidak punya prinsip berbuntut panjang. SBY mengaku terganggu dengan ucapan yang dilontarkan oleh Agum.

Dalam keterangan tertulisnya, SBY mengaku kaget dengan pernyataan Agum. Pasalnya, dia yang kini tengah disibukkan mendampingi istrinya, Ani Yudhoyono dalam proses penyembuhan sakit kanker, mendadak diserang isu oleh Agum.

"Teman-teman tahu bahwa Pak Agum, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba menyerang dan mendiskreditkan saya soal pencapresan Pak Prabowo. Nampaknya Ibu Ani merasa tidak "happy" dengan kata-kata Pak Agum yang menghina saya sebagai "tidak punya prinsip"," kata SBY melalui keterangan tertulis dari National University Hospital, Singapura, Jumat (15/3).

SBY mengungkapkan, sang istri yang tengah berjuang menghadapi kanker itu terganggu dengan ucapan Agum Gumelar. Padahal, kata dia, selama ini pihaknya tidak pernah berbuat salah dengan keluarga Agum.

"Ternyata yang membuat Ibu Ani sedih adalah karena kami merasa selama ini hubungan keluarga Pak Agum dengan keluarga kami baik. Bahkan, disamping Ibu Linda pernah bersama-sama mengemban tugas di pemerintahan selama 5 tahun, Ibu Ani juga sangat sayang kepada Ibu Linda Gumelar," tutur dia.

Kendati demikian, SBY mengaku berusaha meyakinkan terhadap Ani Yudhoyono bahwa pernyataan Agum merupakan bentuk ketidaktahuan mengenai kondisinya dan partai Demokrat. Jika tahu, menurut SBY, sudah semestinya Agum tidak melontarkan ucapan tersebut.

"Kecuali kalau Pak Agum memang tidak suka dan benci dengan saya. Saya juga mengatakan kepada Ibu Ani. "Percayalah saat ini lebih banyak orang yang bersimpati dan bahkan mendoakan Ibu Ani agar Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa mengangkat penyakit Ibu Ani, dibandingkan dengan yang mencercanya"," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam sebuah diskusi, Agum mengkritik dukungan SBY kepada Prabowo. Padahal, SBY merupakan satu dari tujuh anggota DKP yang ikut menandatangani surat rekomendasi berisi pemecatan terhadap Prabowo.

"Tanda tangan semua. Soebagyo HS tanda tangan. Agum Gumelar tanda tangan, SBY tanda tangan. Yang walaupun sekarang ini saya jadi heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Tak punya prinsip itu orang," kata Agum dalam sebuah diskusi, Senin (11/3).

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Igman Ibrahim

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini