JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

70 Kali Turun Bareng, Sekjen PAN Akui Sandi Beberapa Kali Ditolak

14 Desember 2018, 14:08:21 WIB
Sandiaga Uno
Captured foto dari video penolakan Sandiaga Uno di pasar Kota Pinang Labuhanbatu, Sumatera Utara. (istimewa)
Share this

JawaPos.com - Tagar #SandiwaraUno sampai kini masih ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia. Ada yang setuju dengan anggapan poster 'penolakan' kampanye Sandiaga Uno di Pasar Kota Pinang Sumatera Utara merupakan hasil rekayasa, namun banyak juga yang kontra.

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno memastikan tudingan sandiwara yang dilakukan oleh Sandi oleh kubu sebelah itu tidak benar. Ia menjamin selama ikut turun ke lapangan bersama mantan wagub DKI itu, tak sedikit pun koleganya itu melakukan rekayasa.

"Saya sudah berkeliling dengan Sandiaga Uno dan Pak Zulkifli Hasan di lebih dari 70 kabupaten/kota, tidak ada satu pun melihat ada sandiwara meskipun ada penolakan di tempat tertentu," kata Eddy di Jakarta, Kamis (13/12)

Sandi, kata dia, memang pernah beberapa kali ditolak dalam kegiatan kampanyenya di daerah. Namun mantan kader Partai Gerindra itu tetap bijak. Dia tetap menerima penolakan itu dengan baik dan penuh kesantunan.

"Bung Sandi menerima penolakan itu dengan baik dan tetap mengedepankan kesantunan dan rasa persaudaraan. Meskipun kita berbeda di dalam pilpres, tapi sebagai anak bangsa kita tetap bersaudara," tuturnya.

"Jadi saya kira tidak ada sandiwara di situ. Alangkah baiknya dalam pemilu, pilpres ini selalu berhusnudzon satu sama lain daripada kita belum apa-apa sudah menduga yang negatif," sambungnya.

Di samping itu, Eddy juga mengaku dirinya enggan menanggapi tuduhan kubu sebelah yang menyebut Sandi melakukan sandiwara. Dia berani menjamin, Sandi merupakan orang yang tulus dalam setiap berkampanye.

"Kita hormati bahwa itu strategi mereka (menyerang Sandi, Red) dan kalau itu alurnya demikian, saya kira itu pantas. Namanya pertarungan Pilpres, apa pun strategi yang diterapkan saya kira mungkin terbaik bagi masing-masing," tuturnya.

"Kita punya strategi sendiri apakah itu ofensif, semi ofensif, atau apa pun namanya. Saya kira dalam beberapa waktu yang tidak terlalu lama lagi strategi itu akan kami gulirkan, dan saya kira itu akan semakin mengerek elektabilitas dari pasangan calon kami," pungkasnya.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : (ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up