alexametrics

Jaga Demokrasi Sehat, PKS Berharap Demokrat-Gerindra Pilih Oposisi

14 Oktober 2019, 10:54:42 WIB

JawaPos.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap berharap partai-partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 lalu, bisa tetap menjadi bagian di luar pemerintahan. Hal ini setelah Demokrat dan Partai Gerindra semakin dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan isu mendapatkan jatah menteri di dalam kabinetnya.

‎”Harapan dan doa kami tetap dari awal untuk kesehatan demokrasi agar partai pendukung Prabowo-Sandi bersama dalam oposisi,”ujar Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera saat dihubungi, Senin (14/10).

‎Bagi Mardani, partai punya strategi dan pertimbangan masing-masing dalam memutuskan sikap politiknya ke depan. PKS tetap membesarkan tekad untuk menjaga demokrasi ini tetap sehat. Menjadi oposisi menjadi bagian penting dalam demokrasi ini.

“PKS sendiri mengikuti keputusan Majelis Syuro yang menetapkan kita di luar pemerintahan. Insya Allah PKS istiqomah di oposisi,” katanya.

Mardani berujar menjadi oposisi tidak harus dilihat dengan jumlah. Berada di luar pemerintahan walau hanya sendiri tidak masalah. Demokrasi perlu tetap dijaga supaya tetap sehat. Sehingga ada fungsi kontrol yang baik untuk pemerintahan ke depan.

“Oposisi bukan masalah jumlah tapi masalah kesebangunan dengan aspirasi rakyat. Kian sesuai dan memperjuangkan aspirasi rakyat kian kuat,” ungkapnya.

“Kami oposisi adalah mulia dan menjaga demokrasi tetap sehat,” tambahnya.

Adapun Presiden Jokowi belum lama ini menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jokowi berujar pertemuan dengan SBY membicarakan mengenai koalisi. Namun belum sampai ke titik temu.

Tak berselang lama, Presiden Jokowi mengundang Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ada tiga hal dari pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo. Pertama megenai ekonomi nasional. Untuk menciptakan ekonomi yang baik perlu ditopang juga dengan kondisi politik dan keamanan yang stabil.

Kedua adalah, mengenai rencana pemerintah menjadikan Kalimantan Timur ‎sebagai ibu kota baru menggantikan DKI Jakarta. Menjelaskan desain dan studi akademiknya.

Ketiga adalah pembicaraan koalisi. Jokowi mengatakan, koalisi masih belum final. Namun ada peluang bagi Gerindra bergabung ke pemerintah.

“Untuk urusan satu ini (koalisi) belum final, tapi kami tadi sudah berbicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi,” ungkap Jokowi.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads