alexametrics

Surya Paloh Anggap Anaknya Belum Pantas Jadi Menteri

14 Agustus 2019, 17:16:06 WIB

JawaPos.com – Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menginginkan supaya ada kalangan milenial yang membantunya di kabinet mendatang. Nama anak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yakni Prananda Paloh pun menjadi kandidat menteri.

Beredarnya nama Prananda Paloh muncul dari pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem‎ Johnny G Plate. Namun, saat dikonfirmasi, Surya Paloh menegaskan sang anak masih kurang cocok untuk bisa membantu Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin di kabinet periode mendatang.

“Pananda anak saya ya. Ini penting ya, dia sih gagah tapi kurang cocok jadi menteri,” ujar Surya Paloh saat ditemui di Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta, Rabu (14/8).

Surya Paloh mengungkapkan, dirinya ingin sang anak lebih banyak pengalaman dulu menjadi anggota DPR. Kemudian juga pengalaman-pengalaman di bidang lainnya.

“Biar dia lebih berproses. Biar fokus untuk belajar di DPR dulu,” katanya.

Namun demikian dia menyerahkan semuanya kepada sang anak Prananda Paloh. Baginya dia hanya menyarankan anaknya lebih baik perbanyak pengalaman terlebih dahulu menjadi anggota dewan.

‎”Tapi kalau Nanda (Prananda Paloh) mau ya silakan saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate mengatakan pihaknya memiliki banyak kader yang mumpuni untuk menempati posisi di kabinet. Salah satunya adalah anak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, yakni Prananda Paloh.

“Banyak sekali, banyak juga pendidikan bagus, profesi usaha. Yang sudah dikaderisasi dari dalam salah satunya Prananda,” ujar Johnny.

Jonny menuturkan, pengalaman anak Surya Paloh ini sudah mumpuni. Karena dia Anggota DPR Periode 2019-2024. Kemudian Ketua Garda Pemuda Nasdem yang memiliki kader tersebar di seluruh Indo‎nesia.

“Di dalam organiasi internal Prananda Paloh juga mumpuni,” katanya.

Bahkan, Johnny mengklaim, Prananda paloh akan siap bila ditunjuk untuk membantu Presiden Jokowi dalam mengelola pemerintahan ke depan. Sebagai seorang kader apabila mendapat penugasan. Maka harus siap menerimanya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads