JawaPos Radar

Target Rp 10 Triliun, Galang Perjuangan Prabowo Baru Dapat Rp 700 Juta

14/07/2018, 15:16 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Target Rp 10 Triliun, Galang Perjuangan Prabowo Baru Dapat Rp 700 Juta
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membuka donasi lewat gerakan #GalangPerjuangan yang ditargetkan mendapat Rp 10 triliun (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com – Untuk membiayai ongkos politik yang besar, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menggalang crowdfundind. Diberi nama Galang Perjuangan dan dimulai pada 21 Juni 2018. Hampir sebulan program dilaksanakan, donasi belum mencapai Rp 1 miliar.

Hingga Jumat (13/7) kemarin, Galang Perjuangan yang disalurkan pendukung Prabowo baru mencapai Rp 733.419.114. Masih jauh dari kata cukup. Apalagi untuk ongkos Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) yang disebut-sebut sampai Rp 5 triliun. Angka itu diyakini bakal terus bertambah, apalagi kalau masyarakat ingin melihat Prabowo Subianto kembali berlaga di Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono optimistis donasi yang diberikan masyarakat terus bertambah. Bahkan kalau Prabowo sudah mengumumkan nama cawapresnya, donasi itu bisa makin bertambah besar. Dia menargetkan donasi dari masyarakat, simpatisan dan kader akan mencapai Rp 10 triliun. 

"Kalau kita bilang sih sanggup Rp 10 trilun, karena kan ini belum menyebar ke semua jaringan," ujar Arief kepada JawaPos.com, Sabtu (14/7).

#GalangPerjuangan yang dilakukan menunjukan kalau Gerindra menjadi partai modern. Sebab, melibatkan peran serta masyarakat dalam berdemokrasi. "Jadi Gerindra ini sudah menuju partai yang modern, partai yang dibiayai oleh masyarakat," katanya.

Terpisah, Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra Muhammad Syafii mengatakan donasi #GalangPerjuangan tidak akan diberikan ke siapapun selain Prabowo Subianto. Sebab, memang sedari awal itu diperuntukan untuk membantu mantan Danjen Kopassus ini di Pilpres 2019 mendatang.

"Oh enggak, tidak akan memberikan ke yang lain," ungkap Syafii.

Donasi ini dibuka disebut sudah melalui proses penghitungan yang matang. Kemungkinan Prabowo menyerahkan mandat capres ke orang lain pun tidak ada. Sehingga #GalangPerjuangan ini hanya diberikan untuk Prabowo Subianto seorang.

"Kami tidak akan berani membuka donasi itu kalau masih ada kemungkinan Prabowo enggak nyapres. Kita membuka donasi itu setelah firm Prabowo maju capres," katanya.

"Kalau nanti Prabowo enggak nyapres akan menyakiti hati masyarakat yang mengumpulkan sumbangan," tambahnya.

Syafii menambahkan, donasi yang dibuka untuk masyarakat, simpatisan dan kader Gerindra juga untuk melihat seberapa besar respons masyarakat yang menginginkan Prabowo Subianto maju sebagai capres di Pilpres 2019 mendatang.

Sementara, pengamat politik dari Universitas Mercu Buana (UMB) Maksimus Ramses Lolongkoe mengaku target yang dicapai Gerindra dengan angka Rp 10 triliun sangat tidak realistis. Mengingat saat ini saja donasi tersebut baru di angka Rp 700-jutaan.

"Walaupun Pilpres masih panjang, tapi menurut saya enggak masuk akal kalau sampai Rp 10 triliun, karena sekarang saja baru Rp 700 jutaan,"‎ tuturnya.

Salah satu faktor kesulitan Prabowo mendapatkan donasi mencapai Rp 10 triliun ini karena elektabilitas yang rendah. Versi survei Indo Barometer beberapa waktu lalu, elektabilitas Prabowo masih di bawah 15 persen. Kalau Joko Widodo (Jokowi) juga melakukan hal serupa, maka bisa lebih banyak mendapatkan donasi.

"Iya faktor kesulitan mencapai Rp 10 triliun ini juga karena elektabilitas Prabowo yang belum juga naik," katanya.

Donasi ini juga dikatakan Ramses bakal mengecewakan masyarakat apabila Prabowo Subianto batal maju. Sebab kemungkinan Prabowo menjadi 'king maker' itu masih ada. Hal itu karena sampai saat ini hanya Gerindra yang menginginkan Prabowo menjadi capres. Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum memberikan sikap.

"Masyarakat pasti kecewa, karena sudah memberikan dukyngan donasi, tapi Prabowo enggak maju," ungkapnya.

‎PDIP belum tentunkan membuat donasi bagi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Walaupun Gerindra membuat donasi untuk Prabowo, rupanya tidak berpengaruh ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ketua DPP PDIP‎ Hendrawan Supratikno mengaku sampai saat ini di internalnya belum memutuskan mencari dukungan dana dari masyarakat seperti Pilpres 2014 silam.

"Belum. Belum berpikir, masif fokus ke dinamika politik terakhir," katanya.

Anggota Komisi XI DPR ini juga menilai #GalangPerjuangan yang dilakukan ‎Prabowo Subianto adalah siasat baru dalam mencari simpati dengan melibatkan masyarakat. Sebab itu adalah bagian dari kampanye yang berbiaya murah. 

Gerindra ingin melihat partisipasi masyarakat Indonesia dalam memberikan dukungan ke Prabowo Subianto menjadi capres‎. Sehingga itu bagian dari kampanye murah.

"Itu juga termasuk cara komunikasi dengan metode kampanye berbiaya murah. Ini kalau dari aspek politiknya," ungkapnya.

Selain itu Hendrawan juga menduga, dilibatkannya masyarakat dalam memberikan donasi telah menggeser risiko Prabowo Subianto mengeluarkan uang besar di Pilpres 2019.  Sebab, Prabowo pasti sudah berpikir matang sangat sulit melawan Jokowi sebagai petahana.

Sehingga, dia tidak ingin mendapatkan kerugian yang besar apabila kalah caranya dengan melibatkan masyarakat. "Jadi istilahnya enggak mau tekor gitulah. Itu sebabnya menggeser risiko finansial ke pendukungnya," pungkasnya.(gwn/Gunawan Wibisono) 

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up