JawaPos Radar

Bantah Ada Bagi-Bagi Kursi Kabinet, PPP Fokus Menangkan Jokowi

14/07/2018, 16:15 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
joko widodo, jokowi, pasangan jokowi pilpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Radar Malang/JPG)
Share this image

JawaPos.com - Bursa Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang bakal mendampingi Joko Widodo (Jokowi) tengah hangat diperbincangkan. Setiap partai politik mulai ngotot agar kadernya yang ditunjuk. Selain itu, belakangan muncul opsi bagi-bagi kursi kabinet sebagai ganti jika kader partai pendukung tidak mendapat jatah RI-2.

Terkait itu, Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lena Maryana Mukti mengatakan bahwa partainya tidak berpikir mengambil opsi 'power sharing' itu. Artinya, di awal masa pertarungan pilpres ini, pembahasan kursi kabinet tidak menjadi prioritas.

Nantinya, lanjut Lena, seluruh pihak juga akan melihat siapa partai yang betul-betul bekerja untuk kemenangan petahana. Dengan begitu, mereka yang telah bekerja keras dengan sendirinya akan mendapat jatah kekuasaan itu.

Lena Maryana Mukti, ppp dukung jokowi, ppp pilpres jokowi
Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lena Maryana Mukti saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (14/7). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

"Kalau saya kok nggak ke sana (mimikirkan power sharing), karena terlalu kecil kalau awal-awal sudah bicara power sharing. Seiring berjalannya waktu kan mereka akan tahu, siapa yang betul-betul bekerja keras, kerja ikhlas," ungkap Lena di Gado-gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7).

Peta pembagian kursi kabinet disebutnya akan otomatis mengikuti setelah Jokowi dinyatakan menang kembali di Pilpres 2019. Karenanya, bagian ini tidak perlu dibicarakan sekarang ini.

"Akan kelihatan, akan muncul dan mengikut dengan sendirinya (power sharing itu)," terang Lena.

Lebih jauh, Lena mengatakan, saat ini PPP tengah fokus dalam upaya memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. Penentuan pasangan calon Capres dan Cawapres paling baik tengah digodok untuk memenuhi aspirasi publik.

"Yang dibicarakan itu bagaimana menyukseskan kontestasi ini. Pembagian itu nanti yang penting sekarang tentukan Paslon yang memenuhi aspirasi masyarakat untuk bisa memenangkan pemilu 2019," pungkasnya.

Selain itu, Lena juga menyebut bahwa ketua umum PPP, Romahurmuziy, merupakan sosok yang pas bila berpasangan dengan Jokowi. "Karena kriteria (Romi) sebagai santri, kemudian kompetensi, Gus Romi ini generasi milenial. Kalau pak Jokowi kan oldies yang sudah cukup usia menengah ke atas. Jadi itu sebagai kombinasi yang bagus kalau Presiden Jokowi berpasangan dengan Gus Romi karena semua kriteria ada di pasangan ini," pungkasnya

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up