alexametrics

Daftar Janji Prabowo-Sandi, Gaji PNS hingga Dirikan KPK Daerah

14 April 2019, 09:54:35 WIB

JawaPos.com – Debat pertama pemilihan presiden dan wakil presiden telah dilakukan pada 17 Januari 2019 lalu. Format debat kali ini menghadirkan langsung pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Kedua pasangan calon telah mengutarakan janji terbaiknya untuk meyakinkan rakyat Indonesia. Khusus untuk Prabowo-Sandi, mereka banyak memaparkan sejumlah gagasannya seputar Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

Berikut catatan JawaPos.com terkait janji Prabowo-Sandi saat debat perdana Januari lalu:

1. Swasembada Pangan, Energi dan Air

Tampil ditonton rakyat Indonesia, Prabowo Subianto berkomitmen membawa bangsa Indonesia untuk swasembada pangan, energi dan air. Bagi Prabowo, swasembada tiga sektor tersebut menjadi penting lantaran sebagai tolak ukur keberhasilan bangsa.

“Kita harus sungguh-sungguh membangun kemandirian. Kita harus berdiri di atas kaki sendiri. Kita harus swasembada pangan, energi dan air agar kita bisa survive (selamat Red.) sebagai bangsa,” kata Prabowo dalam paparannya.

Mengutip data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Prabowo menyatakan, tolak ukur keberhasilan bangsa harus memenuhi ketiga unsur tersebut. Atas dasar itu, dia berjanji menjamin dalam pemerintahannya akan membenahi ketiga sektor tersebut.

“Kami akan menjamin pangan tersedia dalam harga terjangkau bagi seluruh rakyat indonesia. Kita akan menjamin bahwa produsen, petani harus mendapatkan imbalan yang meemadai. Kami juga harus segera menurunkan harga listrik, dan bahan pokok sampai dengan harga pupuk,” tuturnya.

2. Memberantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu

Dalam debat tersebut, Prabowo sempat ditanya oleh Joko Widodo (Jokowi) soal adanya mantan napi koruptor yang menjadi caleg dari Partai Gerindra. Prabowo lantas menjawab hal tersebut sebagai bagian bentuk dari demokrasi.

Prabowo menyerahkan sepenuhnya terkait terpilih atau tidaknya para caleg tersebut oleh rakyat Indonesia. Sebaliknya, jenderal berjuluk 08 itu meminta masyarakat tak meragukan komitmenya dalam pemberantasan korupsi.

“Saya jamin partai Gerindra akan melawan korupsi sampai ke akar-akarnya. Jadi kalau ada kader Gerindra korupsi, saya yang akan masukin ke penjara sendiri,” tegasnya.

3.  Peningkatan Kualitas Hidup Penegak Hukum

Supaya dapat menegakan hukum seadil-adilnya, Prabowo berjanji meningkatkan kualitas hidup para penegak hukum, baik Polisi, Jaksa dan Hakim. Dengan demikian, Prabowo meyakini kesejahteraan yang baik akan berbanding lurus dengan penegakan hukum yang lebih adil.

Dia mempercayai bahwa kesejahteraan para penegak hukum harus segera diperbaiki. Dengan harapan, penegak hukum Indonesia tidak akan mudah disuap oleh oknum tertentu.

“Kita harus cukup uang untuk menjamin kualitas hidup semua petugas yang mengambil keputusan sehingga ia tidak tergoda oleh godaan korupsi,” tegasnya.

4.  Kesejahteraan Birokrat

Selain kesejahteraan penegak hukum, Prabowo berjanji akan menaikkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya pencegahan korupsi di kalangan birokrat. Pasalnya, dia menyampaikan bahwa banyak kasus birokrat yang melakukan praktik korupsi untuk menguntungkan pribadi.

“Berkali-kali saya utarakan di ruang publik akar masalah adalah penghasilan para birokrat kurang, tidak realistis. Kalau saya memimpin negara ini, saya akan memperbaiki kualitas hidup birokrat dengan realistis,” katanya

Di sisi lain, Prabowo juga akan menindak secara tegas bagi siapa saja ASN yang berani korupsi setelah kualitas hidupnya diperbaiki oleh pemerintahannya kelak. Bahkan, dia mengancam orang tersebut diasingkan ke pulau terpencil.

“Kalau perlu contoh negara-negara lain, kita letakkan di pulau terpencil suruh nambang pasir,” katanya.

4.  Tax Ratio Jadi 16 Persen

Untik Menaikan Gaji ASN dan penegak hukum, Prabowo akan menaikkan rasio pajak (tax ratio) dari 11,5 persen ke angka 16 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dia berharap, penerimaan pajak meningkat dan hasil tersebut dapat digunakan untuk gaji aparatur sipil negara (ASN) atau penegak hukum.

Diketahui, ada dampak jangka pendek saat menaikkan tax ratio. Pendapatan pada sektor pajak, hanya akan bertumpu pada tarif pajak. Sehingga, akan ada penurunan penerimaan pada sektor pajak. Ditambah kepatuhan wajib pajak yang masih rendah dan basis pajak yang belum bertambah.

5. Bentuk KPK di tingkat provinsi dan Tambah Anggaran Lembaga Anti Rasuah

Prabowo menyatakan bahwasanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki peran sentral dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Untuk memperkuat KPK, Prabowo akan membuat KPK hingga pada tingkat daerah.

“Kami akan bikin KPK di daerah-daerah, kami akan tambah anggaran KPK, KPK harus menjadi penegak hukum di negeri ini,” katanya

6. Investasi di Bidang Kepolisian, intelijen, dan Angkatan Perang

Prabowo menyampaikan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan investasi besar-besaran untuk memperkuat institusi kepolisian, intelijen, sampai dengan angkatan bersenjata. Langkah tersebut perlu untuk dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mencegah aksi terorisme di Indonesia.

“Kita harus bisa mendeteksi sebelum terjadi terorisme. Ini perlu investasi. Saya akan meningkatkan investasi di bidang polisi, intelijen, dan angkatan bersenjatanya supaya kita bisa tahan,” katanya

Selain Prabowo, Sandiaga Uno juga Banyak Berjanji kepada rakyat Indonesia. Khususnya dibidang Ekonomi dan Hukum. Berikut Janji Sandiaga Uno:

1. Kepastian Hukum Agar Membuka Keran Investasi dan Lapangan Kerja.

Sandiaga Uno menyampaikan bahwa saat ini masih banyak peraturan yang diniliai tumpang tindih antara pemerintah pusat dan daerah. Dia berjanji akan melibatkan banyak ahli seperti dari universitas pusat dan daerah untuk membenahi masalah tersebut.

“Kami akan memastikan pekerjaan besar ini harus dipimpin pemimpin utama, yaitu presiden dan wakil presiden. Kami akan bertanggung jawab untuk memastikan harmonisasi dan siknronisasi ini dapat menghadirkan keadilan dan kepastian hukum,” terangnya.

Sandiaga memastikan kepastian hukum akan didapatkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya dirasakan oleh kalangan dengan perekonomian kelas atas, akan tetapi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Ini masih menyisakan banyak masalah, lapangan kerja, dan peluang usaha susah didapatkan masyarakat karena ketidakpastian hukum,” terangnya.

Atas dasar itu semua, Sandi berjanji akan menyelesaikan permasalahan ketidakpastian hukum ini secara cepat. Selain itu, masalah ini juga akan menjadi prioritas utamanya dalam memimpin lima tahun ke depan.

“Di bawah Prabowo-Sandi hukum harus ditegakkan dan dalam waktu yang singkat harus kita sinkronkan dan ciptakan harmonisasi. Kepastian hukum akan meningkatkan investasi, lapangan kerja akan tercipta kesejahteraan akan dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

2. Perjuangkan HAM Masyarakat Yang Menyangkut Pendidikan, Kesehatan, dan Lapangan Kerja

Masalah Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi masalah yang tak luput dari perhatian Sandiaga. Untuk menegakkan HAM, dirinya menilai dalam perspektif yang lebih luas. Bagi dia, HAM juga bicara soal hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan dan mata pencaharian bagi rakyat kecil.

Dia menuturkan, HAM juga mencakup kepastian pekerjaan bagi rakyat miskin.

“Kami ingin menghadirkan rasa keadilan, bagi masyarakat kecil. Ini termasuk hak mereka mendapatkan pekerjaan yang sudah dijamin dalam konstitusi,” katanya, Kamis (17/1).

Sandiaga menuturkan, akses lapangan kerja seluas-luasnya merupakan komitmen pasangan Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno bila terpilih nanti.

3.  Peluang Kerja Penyandang Disabilitas

Sandiaga menyatakan bahwa harus ada kesetaraan hak untuk penyandang disabilitas. Bukan hanya hak untuk memperoleh akses infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, lebih jauh dari itu juga akses untuk mendapatkan peluang membuka lapangan pekerjaan pun harus diperhatikan.

“Seorang teman yang difabel, yang kami temui adalah insiprasi kami. Beliau bukan mencari lapangan kerja tapi menciptakan lapangan kerja, menjadi mentor bisnis online dengan ratusan murid,” kata Sandiaga.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads