alexametrics

Komisi IX DPR Soroti Kasus Kematian Rezki di RS Abdoel Moelok

14 Februari 2020, 14:20:31 WIB

JawaPos.com – Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati menyoroti kasus pasien pengguna BPJS yang meninggal di RSUD Abdoel Moelok, Lampung. Kasus itu pun sempat direkam dan videonya viral.

Mufida yang sudah melihat video kasus itu menegaskan, peristiwa ini dinilai sebagai pelanggaran atas hak rakyat mendapatkan pelayanan kesehatan dari negara.

Dieketahui, dalam video viral itu terlihat seorang perempuan menjerit histeris, diselingi suara seorang pria yang marah.

“Kenapa harus begitu? Saya BPJS bayar. Mana BPJS tanggung jawabnya. BPJS!! Saya ini orang miskin, dapatnya nomor tiga. Kelas tiga. saya ini enggak mampuuu,” teriak pria yang diketahui adalah ayah dari pasien bernama Muhammad Rezki Mediansor (21).

Rezki terjangkit DBD dan dikabarkan sejak tiba di RSUAM hingga meninggal dunia tidak mendapatkan perawatan yang maksimal. Bahkan saat meninggal pada Senin sore, tempat tidur Rezki masih di selasar RSUAM, bukan di ruang perawatan.

“Ini sangat tidak manusiawi. Kejadian ini jelas bertentangan dengan UUD RI Tahun 1945 dan nilai-nilai Pancasila,” tegas Mufida dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (13/2).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini meminta pemerintah mengusut tuntas kasus tersebut. Sekaligus harus ada pemberian sanksi secara tegas kepada semua pihak yang bertanggung jawab.

“BPJS Kesehatan juga harus ikut bertanggung jawab dalam kejadian ini,” tambah Mufida.

Ditambahkan, Mufida, dengan kenaikan iuran, seharusnya pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS ditingkatkan. Bukan justru malah merugikan masyarakat.

Selain itu, Mufida juga menekankan pentingnya pemerintah dan pihak Rumah Sakit untuk segera mengevaluasi manajemen penanganan pasien secara komprehensif dan detail. Terutama soal kualitas pelayanan RS kepada pasien agar tidak terulang lagi kejadian serupa juga harus dilakukan.

“Dari peristiwa ini sangt terlihat buruknya SOP penanganan pasien. Ini harus diperbaiki. Harusnya tidak sampai ada pasien terlantar,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi


Close Ads