alexametrics

Penyandang Disabilitas Ingin Jadi Bagian di Legislatif

14 Februari 2019, 14:17:30 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama dengan Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Disabilitas (PPUA Disabilitas) menyelenggarakan sosialisasi dan juga simulasi pencoblosan untuk Pemilu 2019.

Anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Vicent Mariano mengatakan, perhatian pemerintah khususnya KPU untuk Pemilu 2019 semakin baik. Hal ini berbeda dengan pemilu sebelum-sebelumnya.

“Selama ini pilpres sama pileg terpisah, kita kan sekarang jadi satu, otomatis surat suaranya nambah lagi. Itu yang perlu jadi perhatian KPPS, terutama pemilih disabilitas dalam menggunakan hak suaranya,” ujar Vincent di Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (14/2).

Vincent juga mengaku bakal melakukan pertemuan dengan KPU. Hal itu dilakukan mencari informasi bagaimana para penyandang disabilitas ini bisa ikut serta menjadi caleg di setiap pemilihan umum.

“Saya berencana beraudiensi ke KPU. Jangan hanya memiliki hak pilih aja, tapi hak dipilih juga, karena insan manusia punya hak yang sama. Apalagi UU disabilitas menyatakan kami punya hak untuk berpolitik,” katanya.

Vincent menambahkan dirinya bersama para penyandang disabilitas ini berharap lembaga yang diketuai oleh Arief Budiman ini bisa memberikan kuota DPD. Sehingga nantinya para penyandang disabilitas di Pemilu berikutnya juga bisa mendaftar menjadi calon anggota DPD.

“Mungkin nanti di 2024. Prinsip saya dan teman-teman disabilitas, kita jangan mau dijadiin objek. Kalau perlu, kita ambil bagian,” pungkasnya.

Sebagai informasi, data jumlah pemilih penyandang disabilitas dalam Daftar Pemilih Tetap ( DPT) Pemilih penyandang disabilitas untuk Pemilu 2019 sebanyak 1.247.730.

Rinciannya, tunadaksa 83.182 orang, tunanetra 166.364 orang, tunarungu 249.546 orang, tunagrahita 332.728 orang, dan disabilitas lainnya 415.910 orang.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Penyandang Disabilitas Ingin Jadi Bagian di Legislatif