JawaPos Radar

Selain karena Airlangga, Ternyata Ini Alasan Yuddy Tinggalkan Hanura

14/02/2018, 17:29 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Yuddy Chrisnandi
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandi ‎resmi meniggalkan Hanura dan memilih kembali ke partai lamanya, yakni Golkar. (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandi ‎resmi meniggalkan Hanura dan memilih kembali ke partai lamanya, yakni Golkar.

Saat dikonfirmasi, Yuddy Crisnandi membenarkan dirinya telah bergabung ke partai yang berlogo pohon beringin ini. "Benar. Terima kasih," ujar Yuddy kepada JawaPos.com, Rabu (14/2).

‎Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB)‎ ini juga menjelaskan alasan dirinya kembali lagi ke Partai Golkar.

OSO
Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) (JawaPos.com)

Kata dia, Partai Golkar yang di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto akan mampu menjadi besar, sehingga dia memutuskan kembali lagi ke Partai Golkar demi kebesaran Partai Golkar.

"Karena dia (Airlangga Hartarto) konsisten dan memiliki integritas dalam jalankan amanat untuk membawa Golkar. Juga teguh menjalankan doktrin karya-kekaryaan," katanya.

Alasan lain yang diungkapkan Yuddy adalah, dirinya sudah tidak aktif lagi di partai yang dikomandoi oleh Oesman Sapta Odang (OSO). Apalagi saat dirinya dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi menteri.

"Saya sudah lebih dari tiga tahun nonaktif di Hanura," ungkapnya.

‎Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Dave Laksono membenarkan bahwa politikus Partai Hanura yang juga Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandi pindah partai. Dia kembali lagi ke partai yang membesarkannya, yakni Partai Golkar.

Anggota Komisi I DPR ini juga mengungkapkan, sebelum dilaksanakan Munaslub Partai Golkar pada Desember 2017, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB)‎, sudah punya niat untuk kembali lagi ke Partai Golkar.

Sekadar informasi, Yuddy sebelumnya pada 2004-2009 merupakan kader Partai Golkar. Dia kala itu terpilih menjadi anggota DPR. Namun pada tahun 2009 dia berlabuh ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sampai akhirnya dipercaya menjadi pembantu presiden dan setelah di-reshuffle kemudian jadi Duta Besar Ukraina.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up