JawaPos Radar

Golkar Pusing, Banyak Kadernya Kena OTT KPK

14/02/2018, 15:44 WIB | Editor: Kuswandi
Dirjen Hubla
Ilustrasi: Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap hasil operasi tangkap tangan (OTT) Dirjen Hubla, beberapa waktu lalu. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bupati Subang IA menambah deretan kepala daerah yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupi (KPK).

Menanggpai kadernya banyak yang terciduk lembaga antirasuah, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Dave Laksono mengaku pusing karena sebelumnya Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko juga kena OTT. Kini sekarang tambah lagi Bupati Subang pengganti Ojang Sohandi.

"Ini membuat kami pusing ini Nyono dan Imas ini ingin maju di Pilkada," ujar Dave Laksono di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/2).

Gedung KPK
Gedung KPK Merah Putih (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Oleh sebab itu, saat ini partai berlogo pohon beringin ini sedang menyusun strategi lain guna untuk di Pilkada. Jangan sampai ada kader Golkar yang kembali kena OTT ataupun tersangkut kasus korupsi.

"Ini harus ada strategi khusus, sementara KPU tidak boleh mengganti calon," katanya.

Para kader Partai Golkar juga dikatakan Dave, untuk menjauhi area-area rawan korupsi. Melainkan bekerja saja sesuai amanah rakyat dan tugasnya sebagai kepala daerah.

"Jangan bermain dengan uang haram, bekerja dengan cara yang benar dan sesuai aturan," pungkasnya.

‎Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Dalam operasi senyap yang digelar Selasa (13/2) malam, Tim Satgas Penindakan lembaga antirasuah menangkap seorang kepala daerah di wilayah Jabar.

"Ya benar, Bupati Subang IA ditangkap," kata sumber internal KPK, di Jakarta, Rabu (14/2). IA ditangkap karena kedapatan melakukan transaksi suap-menyuap.

Selain IA, tim penindakan juga membekuk sejumlah pihak lain di antaranya CAS (ajudan), K (sopir), M (swasta), I (asisten pribadi), A (Kabin Perizinan), D (buruh), dan Y (pelayan perizinan).

Saat ini para pihak yang diamankan telah sampai di Gedung KPK sejak Rabu (14/2) dini hari hingga Subuh tadi. Mereka tengah menjalani pemeriksaan intensif guna ditentukan status hukumnya dalam waktu 1x24 jam.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up