alexametrics

Mayoritas Pendukung Dua Kubu Tolak Poligami, Bedanya Sedikit

14 Januari 2019, 15:16:11 WIB

JawaPos.com –  Sebanyak 59,3 persen pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin menolak poligami. Sedangkan, pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menolak praktik tersebut sebesar 53,8 persen.

Angka itu terungka dari hasil survei Y Publica yang digelar pada 26 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019. Survei itu melibatkan 1200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling (acak bertingkat). Margin error dalam survei ini adalah 2,98 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif Y Publica, Rudi Hartono mengatakan, dari hasil survei lembaganya itu terungkap bahwa pendukung Jokowi – Ma’ruf lebih banyak yang menolak poligami. Angkanya sama hampir sama banyak dengan pendukung Prabowo-Sandi. 

“Data yang banyak menolak poligami adalah dari Jokowi-Ma’ruf Amin, ” ujar Rudi dalam pemaparannya di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (14/1).

Rudi juga menuturkan, publik menganggap poligami berdampak negatif bagi perkawinan. Berdasarkan hasil jajak pendapat, sebanyak 35,7 persen menganggap poligami merugikan perempuan. Bahkan sebanya 23,5 persen responden praktek itu menjadi penyebab terjadi penelantaran anak.

“Kemudian ada 19,3 persen responden menyebut menimbulkan ketidakadilan dalam perkawinan, dan 13,4 persen responden menjadi penyebab KDRT,” kayanya.

Menariknya, kata Rudi, 44,7 persen responden penolak poligami menghendaki pembatasan secara ketat terhadap praktik poligami melalui hukum positif, yakni Undang-Undang. Sementara itu, 26,9 persen menuntut agar poligami dilarang dengan UU dan menuntut pelakunya dihukum pidana.

“Sementara 19,1 persen responden menghendaki pidana terbatas, yakni hanya kepada pelaku poligami yang melanggar ketentuan UU perkawinan,” ungkapnya.

Diketahui, belakangan isu mengenai poligami santer dibicarakan oleh publik lantaran sikap politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melarang kader dan calegnya untuk melakukan poligami. Wacana ini tentu mendapatkan respon beragam dari masyarakat, bahkan menimbulkan pro dan kontra dari beragai kalangan.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads
Mayoritas Pendukung Dua Kubu Tolak Poligami, Bedanya Sedikit