JawaPos Radar

Dikritik Malas Kampanye, Anak Buah Prabowo: Terima Kasih Andi Arief

13/10/2018, 09:51 WIB | Editor: Kuswandi
Prabowo Subianto
Calon Presiden Prabowo Subianto, saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Karena tidak pernah melakukan kampanye seperti Sandiaga Uno. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief untuk melakukan kritik ke Prabowo Subianto yang terkesan malas melakukan kampanye dengan berinteraksi ke masyarakat.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengaku berterima kasih kepada Andi Arief. Karena kritikannya ke ketua umumnya itu merupakan masukan untuk bisa terus terjun ke masyarakat.

"Ya terima kasih atas kritiknya, nanti kita akan lebih rajin lagi turun ke masyarakat ya Pak Andi Arief. Terima kasih sudah ikut memberikan masukan yang sangat kami butuhkan, apalagi dia juga terus mengawasi pergerakan Sandiaga Uno yang katanya lebih banyak turun ke masyarakat," ujar Arief kepada JawaPos.com, Sabtu (13/10).

Menurut Arief‎, Partai Demokrat tidak sia-sia dalam mengusung pasangan nomor 02 ini. Pasalnya Sandiaga sangatlah rajin melakukan kampanye, berinteraksi dan menyapa masyarakat.

"Artinya enggak sia-sia kan partai Pak Andi Arief ikut mengusung Sandiaga Uno sebagai Cawapres nya Pak Prabowo," katanya.

Namun demikian apabila Prabowo disebut kurang serius dalam kontestasi Pilpres 2019 ini. Sepertinya salah alamat. P‎asalnya Arief mengaku sudah turun kebanyak provinsi, kabupaten, kecamatan di Indonesia untuk mensosialisasikan Prabowo-Sandi.

"Justru sekarang gimana Pak Andi Arief sendiri sebagai kader Partai Demokrat yang ikut mengusung Prabowo-Sandi apa dia juga sudah turun ke lapangan untuk sosialisasi?," tanyanya.

Memang sisa waktu enam bulan sangatlah singkat. Tapi cara itu disiasati dengan kader dan relawan yang turun ke daerah-daerah yang belum sempat Prabowo Subianto kunjungi.

"Hal itu untuk menutup daerah-daerah yang tidak sempat dikunjungi Prabowo dan Sandiaga," ungkapnya.

Lebih lanjut Arief berterima kasih atas masukan Andi Arief. Dia pun berharap Andi Arief bisa loyal ke Partai Demokrat. Tidak seperti kader-kader lain yang membelot atas keputusan si ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Yang penting Pak Andi Arief jangan sampai kayak kader Demokrat yang enggak disiplin sama Pak SBY yang pada nyebrang ke Jokowi-Ma'ruf Amin karena takut diungkap kasus Korupsinya ya," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mempertanyakan keseriusan Prabowo untuk menjadi kepala negara di Indonesia tersebut. Pasalnya saat ini yang terlihat aktif untuk berkampanye adalah Sandiaga Uno.

"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkampanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu Sandiaga Uno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," ujar Andi Arief.

Menurut Andi, apabila Prabowo terus berdiam diri tanpa melakukan kampanye. Dipastikan kalah di Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya tidak ada rumusnya orang yang malas kampanye akan menang.

Waktu enam bulan yang tersisa saat ini dalam politik terlalu pendek. Sehingga Prabowo segera mungkin untuk melakukan kampanye seperti apa yang telah dilakukan Sandiaga Uno, dengan menyapa masyarakat.

"Pak Prabowo harus keluar dari sarang Kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk, cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yang sulit ini," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up