alexametrics

Demokrat Ingin Gabung ke Jokowi, PKB: Kita Lihat Posisi Tawarnya

13 Agustus 2019, 18:17:23 WIB

JawaPos.com – Koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin bakal kedapatan partai baru. Sebab Partai Demokrat sudah memutuskan untuk mendukung pemerintahan selama lima tahun ke depan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengatakan, menentukan Demokrat bergabung ke koalisi atau tidak perlu diputuskan bersama antara Jokowi dengan para ketua umum partai pendukung.

“Ini kalau Pak Jokowi misalnya mengkhendaki harus ada tambahan koalisi, ya tentu akan dibahas bersama partai-partai koalisi,” ujar Karding saat dihubungi, Selasa (13/8).

Karding mengatakan, kemungkinan dalam rapat antara Jokowi dan para ketua umum akan melihat bentuk tawaran dari Demokrat apabila ingin bergabung ke koalisi. Karena ia menilai, tujuan masuk ke pemerintahan adalah pembagian kekuasaan.

“Sudah pasti kalau itu (pembagian kekuasaan). Tentu akan dibahas di rapat-rapat nanti misalnya soal posisi tawarnya Demokrat,” katanya.

Namun demikian, menurut Karding, peran oposisi juga harus dikuatkan tidak semuanya bergabung ke koalisi. Karena sistem demokrasi harus juga tetap dijaga. Peran oposisi sangat berguna, sebagai penyeimbang jalannya roda pemerintahan selama lima tahun ke depan.

“Soal siapa yang mau jadi oposisi kita kan juga belum tahu, belum melihat, yang jelas baru PKS yang menyatakan oposisi, yang lain kan kadang-kadang oposisi, kadang-kadang bergabung,” katanya.

Lebih lanjut Anggota Komisi VII DPR ini menambahkan, PKB juga tidak takut kehilangan jatah kursi menteri berkurang. Sebab hal itu akan ditentukan antara Presiden Jokowi dengan para ketua umum partai koalisi.

“Ya nanti apakah berkurang atau bertambah tergantung kesepakatan di rapat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sikap politik Partai Demokrat akhirnya terjawab sudah. Kepala Divisi Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan partai yang diketuai SBY sudah menyatakan mendukung pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Menurut Ferdinan, saat ini hanya cuma ada satu opsi, yakni bisa memberikan kontribusi aktif membantu pemerintahan ke depan menghadapi tantangan ke depan. Sehingga bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

“Kalau ditanya kemana arah politik Partai Demokrat, ya arahnya adalah untuk memperkuat pemerintahan Pak Jokowi ke depan,” ujar Ferdinand saat dihubungi, Senin (12/8).

Bagi Ferdinand, suatu kehormatan bagi Partai Demokrat apabila berada di dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin. Sehingga bisa memberikan kontribusi dalam mengelola pemerintahan lima tahun ke depan.

“Kalau Pak Jokowi akan mengajak Partai Demokrat, kita akan siap mendukung beliau,” ungkapnya.

Ferdinand menambahkan, sikap resmi Partai Demokrat ini nantinya akan diumumkan oleh Ketua Umum SBY atau Sekretaris Jenderal Hinca Pandjaitan. ‎Namun sikap Demokrat adalah ingin berkontribusi membantu pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads