JawaPos Radar

Cawapres Jokowi Makin Mengerucut, Dari Lima Jadi Empat Nama

13/07/2018, 09:32 WIB | Editor: Ilham Safutra
Cawapres Jokowi Makin Mengerucut, Dari Lima Jadi Empat Nama
Presiden Jokowi dengan Wapres Jusuf Kalla saat bersama para ulama. (SETPRES for Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Publik dan para tokoh politik terus berspekulasi siapa saja nama-nama yang sudah dikantongi Joko Widodo (Jokowi) untuk ditetapkan sebagai cawapresnya di Pilpres 2019 mendatang. Sebelumnya disebut-sebut ada sepuluh nama, lalu berkurang jadi lima, kini makin mengerucut lagi jadi empat nama.

Akan tetapi siapa yang dipilih para elite terus berupaya melakukan manuver. Sedangkan kubu Jokowi pun terus menghitung-hitung potensi tingkat kemenangannya.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dalam pekan ini sudah dua kali bertemu dengan Jokowi. Terakhir pertemuan diadakan di istana kepresidenan pada Rabu (11/7). "Pertemuan itu mendiskusikan banyak hal. Di antaranya soal cawapres," kata Muhaimin di gedung parlemen kemarin (12/7).

Cawapres Jokowi Makin Mengerucut, Dari Lima Jadi Empat Nama
Mahfud MD ketika bersama Ketua KPK Agus Rahardjo (Imam Husein/Jawa Pos)

Kesimpulannya, kata Cak Imin -sapaan Muhaimin- cawapres masih terus digodok, dimatrikulasi, dan dianalisis siapa yang paling tepat untuk maju pada Pemilu 2019. Tentu, kata dia, yang akan dipilih adalah yang mempunyai chemistry dan bisa meningkatkan elektoral Jokowi.

"Kalau PKB hanya ada satu opsi, Join (Jokowi-Muhaimin)," ucap alumnus Fisipol UGM itu.

Lain lagi dengan sikap Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Dia meminta para elite atau pihak lain tidak perlu berspekulasi terkait nama-nama cawapres yang dipilih Jokowi. "Siapa yang tahu isi kantong Presiden Jokowi?" kata Airlangga di kantor DPP Partai Golkar.

Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya menyatakan, ada empat nama yang dianggap potensial menjadi cawapres Jokowi. Yaitu, Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani, TGB Zainul Majdi, dan mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung.

"Saya menilai baru Pak Mahfud yang akseptabilitasnya paling tinggi dibanding figur lain," katanya. 

(lum/bay/c10/tom)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up