alexametrics

3 Kader Jadi Kambing Hitam, Senior Demokrat Desak Kongres Luar Biasa

13 Juni 2019, 17:49:01 WIB

JawaPos.com – Para senior dan juga pendiri Partai Demokrat sepertinya mulai gerah dengan kondisi partainya. Atas nama penyelamatan partai, mereka mendesak adanya Kongres Luar Biasa (KLB).

Anggota Majelis Tinggai Partai Demokrat, Max Sopacua mengatakan, KLB itu digelar untuk menyelamatkan masa depan partai. Demi menyongsong Pemilu dan pilpres 2024.

Max juga mengatakan, Demokrat juga harus diselamatkan dari para kader-kader yang selalu membuat gaduh. Karena itu tidak mencerminkan sikap politik Demokrat yang mengklaim mengusung kesantun.

“Terkait kondisi ini, diperlukan adanya introspeksi dan evaluasi menyeluruh. Agar bisa mengembalikan marwah serta kejayaan Partai Demokrat,” ujar Max dalam konfrensi pers di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (13/6).

Normalnya, Kongres Partai Demokrat baru akan digelar pada 2020 mendatang. Namun, dengan kondisi Demokrat yang terjadi saat ini, ditambah dengan merosotnya suara di Pemilu 2019 ini dengan mendapatkan 7,77 persen. Maka ini, kata Max bisa menjadi alasan utama, mendorong KLB atau selambat-lambatnya 9 September 2019.

“Ujungnya adalah mengubah tatanan organisasi. Dan sebetulnya KLB juga tidak susah untuk digelar‎,” katanya.

Sementara, mengenai siapa yang diusung menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Para senior melihat sejauh ini yang memiliki potensial adalah Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

“Saat ini AHY berada paling depan, dan beliau satu-satunya yang diusulkan di 2024, AHY juga sudah disiapkan,” ungkapnya.

Terpisah, pendiri Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan, usulan dari para senior ini akan disampaikan ke ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat ini sedang mencari jadwal untuk bertemu dengan SBY.

“Nantinya akan disampaikan ke Pak SBY usulan-usulan ini, dan akan kami bawa ke Pak SBY,” kata Mubarok.

Lebih lanjut, Max juga mengatakan, prihatin dengan kondisi Demokrat saat ini. Karena para politikus Demokrat seperti Rachlan Nashidik, Ferdinand Hutahaean dan Andi Arief kerap membuat kegaduhan. Sikap itu dianggap menciderai citra partai‎.

“Mereka melontarkan penyataan yang tidak seusuai dengan marwah, karakter dan jati diri Partai Demokrat, sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan membenturkan dengan partai lain,” ujar Max.

Oleh sebab itu, dirinya bersama dengan senior dan pendiri Partai Demokrat menginginkan partai berlogo bintang mercy ini kembali ke jalur yang benar. Kembali seperti Partai Demokrat di era-era sebelumnya.

“Jadi gerakan moral ini untuk mengembalikan tata cara Partai Demokrat, tidak bisa politikus asal gaduh dan mengatasnakan Demokrat,” tegasnya.

Partai Demokrat sejatinya adalah partai nasional religius dan modern. Partai ini lahir karena kekuatan dan aspirasi rakyat. Sehingga Partai Demokrat harus segera diselamatkan.

“Jadi Demokrat ini harus kembali ke sebagaimana mestinya, kembali khittahnya,” ungkapnya.

‎Terpisah, kepada JawaPos.com Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachlan Nashidik yang mendapat teguran dari para seniornya mengatakan, akan berkonsultasi ke mereka yang keberatan dengan setiap pernyataanya.

“Saya nanti akan berkonsultasi pada mereka soal menjaga marwaah partai,” ujar Rachlan.

Rachlan juga mengeluhkan para seniornya yang seharusnya memiliki etika dalam mengkritik juniornya. Sebab sikap seperti itu tidak perlu dilakukan secara terbuka dengan mengundang media. Karena itu bisa dilakukan secara tertutup antara senior dan junior.

“Padahal bisa dilakukan tertutup. Ini malah mempertontonkan celana dalam partai kepada orang lain,” tegas Rachlan.

Sementara Kepala Divisi Bidang Hukum dan Advokat Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean enggan menanggapi teguran yang dilakukan para seniornya tersebut.

“No comment dulu. Kami lagi menikmati suasana indah ngobrol-ngobrol bersama ketum SBY,” pungkasnya.

Semantara JawaPos.com sudah menghubungi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan guna menanggapi adanya usulan dari para senior ini untuk melaksanakan KLB, namun belum ada respons dari yang bersangkutan.

Selain Max Sopacua, Ger‎akan Moral Penyelamatan Partai Demokrat. Itu terdiri dari pendiri Demokrat, Ahmad Mubarok, Sahat, Dewan Pengawas Demokrat Isak.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono