JawaPos Radar

Soal Gus Yahya ke Israel, Mardani Sebut Itu Tanggung Jawab Jokowi

13/06/2018, 16:00 WIB | Editor: Estu Suryowati
Soal Gus Yahya ke Israel, Mardani Sebut Itu Tanggung Jawab Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (kanan) bertemu dengan Megawati Soekarnoputri, Selasa (12/6). (istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyatakan bahwa yang bertanggungjawab atas kunjungan Anggota Wantimpres dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Yahya Chilil Staquf Ke Israel adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya menyesalkan Presiden Jokowi membiarkan kunjungan Wantimpres Saudara Kiai Yahya Staquf Ke Israel. Ini sangat mencederai proses perjuangan bangsa Palestina atas kemerdekaannya," kata Mardani, Rabu (13/6).

Inisiator gerakan #2019GantiPresiden itu juga mengatakan, Indonesia sejak dulu memiliki kebijakan yang konsisten untuk tidak mengakui Israel sebagai negara. Indonesia justru dengan tegas mendukung perjuangan bangsa Palestina mendapatkan kemerdekaannya.

Soal Gus Yahya ke Israel, Mardani Sebut Itu Tanggung Jawab Jokowi
Mardani Ali Sera, inisiator gerakan #2019GantiPresiden, berorasi membakar semangat peserta deklarasi 2019 ganti presiden dari atas mobil komando. (Ridwan/JawaPos.com)

"Kehadiran seorang Wantimpres dalam undangan itu secara tidak langsung merusak perjuangan Indonesia dari dulu," katanya.

Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengatakan, kekecewaan ini juga sangat terasa dalam respons yang diberikan oleh Fatah, Hamas, dan masyarakat Palestina. "Mereka juga kecewa atas kunjungan Staquf ke Israel. Terlebih lagi, baru saja terjadi tragedi demonstrasi berdarah yang menelan korban jiwa sebanyak 124 orang Palestina oleh Israel," ujarnya.

Lebih jauh, Mardani ini menyatakan, seharusnya Presiden Jokowi sebagai pimpinan bisa melarang anak buahnya dari merusak perjuangan pendiri bangsa Indonesia. "Presiden mestinya tidak boleh lepas tangan begitu saja. Mau atas nama pribadi ataupun negara, kan bisa dihitung dulu risikonya?" tegasnya.

Menurutnya, akibat pembiaran Jokowi, posisi Indonesia sebagai pendukung Palestina menjadi buyar. "Sikap Indonesia yang dari dulu dikenal dunia mendukung kemerdekaan Palestina itu jelas dan tidak ada tawar-menawar untuk itu. Namun, semuanya buyar karena pembiaran ini," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Mardani berharap Presiden Jokowi segera menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan anggota Wantimpresnya kepada bangsa Palestina yang sudah sejak lama menjadi sahabat rakyat Indonesia.

"Jangan rusak perjuangan founding fathers kita memperjuangkan hak bangsa Palestina untuk merdeka," pungkasnya.‎

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up