alexametrics

Ngomong Antikorupsi, Gerindra Tantang PSI Buka-Bukaan Siapa Bandarnya

13 Maret 2019, 09:53:27 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyindir para partai nasionalis yang dinilainya bersikap acuh terhadap sikap anti korupsi dan toleransi dalam pidato politiknya di Medan, Senin (11/3) kemarin. 

Menanggapi hal itu, Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menilai, PSI kembali mencari sensasi belaka. Padahal faktanya tak punya prestasi soal anti korupsi dan sebagainya. 

“PSI ini kan partai tak punya rekam jejak, partai tanpa prestasi. Jadi selalu butuh sensasi, makannya namanya PSI, Partai Sensasional Indonesia. Dia ingin mencari sensasi dan pemberitaan yang hot sehingga dapat publikasi gratis,” kata Andre kepada wartawan, Rabu (13/3).

Menurutnya, pidato Grace tak lebih dari sensasi untuk mendapat publikasi dan partainya dikenal orang. Jadi sebetulnya isi pidato itu tidak ada yang perlu dibahas.

“Karena tujuannya hanya nyari sensasi untuk dapet publikasi supaya partainya kenal orang, itu aja tujuannya Grace Natalie itu,” ujarnya.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi tersebut justru mempertanyakan sumber dana kampanye PSI. Andre heran baliho kampanye PSI lebih banyak dari PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra. 

“Ini partai anak muda kok tajir melintir, uangnya dari mana. Berani enggak buka-bukaan siapa bandarnya, siapa bohir nya? itu publik juga harus lebih kritis. Citra citra ternyata sok bersih sok sokan anti korupsi sumbangannya dari konglomerat, ya siapa tahu dari konglomerat. Akhirnya takutnya ada deal-deal itu,” tuturnya. 

Karena itu, Andre tak percaya gembar gembor PSI tentang anti korupsi adalah perjuangan. Apalagi PSI partai pendukung Bupati Cirebon yang pernah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terlebih, kata Andre, PSI hanya bersorak sorak saja soal kepedulian terhadap toleransi umat. 

“PSI itu partai pendukung Bupati Cirebon yang ditangkap KPK. Semua orang (partai) udah bekerja (di kampanye pemilu). PSI bisanya bersorak sorak doang,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Igman Ibrahim

Copy Editor :

Ngomong Antikorupsi, Gerindra Tantang PSI Buka-Bukaan Siapa Bandarnya