alexametrics

PDIP Siap Loloskan Penetapan Hari Adat Indonesia

13 Februari 2019, 18:46:24 WIB

JawaPos.com – DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menerima Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI). Mereka meminta dukungan atas penetapan Hari Adat Indonesia yang sedang diajukan kepada Pemeritahan Jokowi.

Kedatangan PANI, yang berisi para pemangku adat, kerajaan, keraton, dari seluruh Indonesia itu diterima di Kantor Pusat PDIP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/3).

Hadir Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto dan sejumlah Ketua DPP PDIP. Termasuk Bambang DH, Idham Samawi, Sri Rahayu, dan Rokhmin Dahuri.

Sementara delegasi PANI dipimpin Ketua Umum Muhammad Akbar Amir Sultan Aliyah bersama perwakilan kesultanan dari seluruh wilayah di Indonesia. Turut juga Ketua Dewan Adat Nasional Irwannur Latubual.

“Kami sangat mengharapkan agar Pemerintah segera menetapkan Hari Adat Internasional Indonesia. Kami songsong kelahirannya. Kami harapkan lahir Keppres mengenai hal ini,” kata Muhammad Akbar Amir Sultan Aliyah, yang juga Raja Tallo ke-19 itu.

Untuk diketahui, Hari Adat tersebut diajukan pada 12 Juli, yang bertepatan dengan kelahiran Dewan Adat Nasional di Demak, pada 12 Juli 1912.

Seorang perwakilan dari Masyarakat Adat Papua menyatakan bahwa permintaan itu adalah panggilan jiwa mereka. Di Papua, ada 200-an lebih suku dengan adat istiadatnya masing-masing.

“Bagi kami di Papua, adat istiadat adalah hal utama. Kami harap PDI Perjuangan bisa bergandengan tangan dengan niat baik kami,” kata Perwakilan Papua itu.

Ketua DPP PDIP, Idham Samawi, mengaku sudah menerima rombongan PANI untuk beraudiensi beberapa bulan lalu. Dan dia menekankan bahwa masyarakat adat Indonesia adalah benteng ideologi Pancasila terhadap upaya masif masuknya ideologi asing ke Indonesia.

“Masyarakat Adat Indonesia siap pasang badan terhadap siapapun juga yang hendak mengganti Pancasila,” kata Idham Samawi.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menanggapi permintaan itu, menyatakan pihaknya terus mendorong bangkitnya kebudayaan. Sebab PDIP percaya, jalan kebudayaan itu yang harus kita pilih untuk sebuah tatanan dunia baru yang terbuka dan berkelanjutan.

“Jangan sampai kita dijajah kebudayaan tertentu sehingga menghilangkan adat Nusantara,” ujar Hasto.

“Maka itu kami akan memperjuangkan usulan Hari Adat Nasional itu kepada Pemerintahan Jokowi,” tambahnya.

PANI sendiri akan terlibat dalam deklarasi adat nusantara yang akan dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu mendatang.

Menurut Muhammad Akbar, minimal 100 ribu pasukan adat nusantara akan hadir di acara itu. Dan lebih dari 1000 pemangku adat dan sultan dari seluruh Indonesia akan berkumpul di sana.

Hasto mengatakan bahwa hanya Jokowi sebagai pemimpin, melalui keputusan politik, yang memberi perlindungan atas hak adat nusantara. Jokowi juga yang memberikan perlindungan kekayaan alam nusantara. Terbukti dengan Jokowi memberikan sertifikat tanah ulayat.

Karena itu, PDIP juga akan terlibat memberi dukungan terhadap suksesnya acara di Bandung, Jawa Barat tersebut. “Karena seluruh gerak kebudayaan harus digelorakan bersama,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Gunawan Wibisono

PDIP Siap Loloskan Penetapan Hari Adat Indonesia