alexametrics

Perdana, Perempuan Masuk PBNU

Kiai Miftach-Gus Yahya Umumkan ”Kabinet”
13 Januari 2022, 13:32:24 WIB

KH Yahya Cholil Staquf mengakui bahwa ukuran ”kabinet” PBNU masa khidmat 2022–2027 memang sedikit lebih gemuk daripada biasanya. Dia sengaja merancang demikian karena beberapa alasan. Pertama, NU memiliki konstituensi yang sangat luas. Gus Yahya menyebutkan, dalam berbagai survei, seluruh warga NU atau mereka yang mengaku warga NU mencapai sekitar separo dari seluruh populasi muslim di Indonesia. ”Kami berkepentingan untuk menjangkau seluas-luasnya, sedapat-dapatnya, seluruh konstituensi yang sangat luas itu. Sehingga kami membutuhkan personel yang cukup banyak,” papar Yahya.

Visi yang diusung PBNU 2022–2027, kata Gus Yahya, dengan sendirinya menuntut perkembangan aktivitas yang berlipat dari sebelumnya. Karena itu, memang dibutuhkan tambahan personel untuk meng-handle pekerjaan besar tersebut.

Alasan kedua, terang Gus Yahya, susunan pengurus mencerminkan realitas multipolar di dalamnya. Baik dari segi kedaerahan, gender, maupun orientasi politik. Dari segi kedaerahan, seluruh daerah di Indonesia terwakilkan dalam PBNU. ”Sehingga PBNU yang kita miliki adalah PBNU yang berwajah Nusantara,” ujarnya.

Dari segi gender, kata Gus Yahya, untuk kali pertama sejak 96 tahun NU berdiri, kaum perempuan diakomodasi dalam kepengurusan NU. Alasan ketiga, pihaknya ingin mengambil jarak yang setara dengan berbagai sudut kepentingan di sekitar NU. Hal tersebut bisa dicapai dengan cara mengakomodasi berbagai elemen. ”Jadi, bisa saling mengontrol untuk menjaga agar jarak NU dengan pihak politik tetap sama antara satu dan yang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyatakan, tugas dan program PBNU saat ini begitu besar dan tentu berbeda dengan periode sebelumnya. Secara khusus, Kiai Miftach menyebut kehadiran kaum perempuan. ”Jadi, ada ibu-ibu yang memang saat ini sedang kita butuhkan, terutama pikirannya. Mungkin bisa diwadahi atau dipimpin dengan keberadaan kepengurusan nanti. Ini karena sebuah kebutuhan sekaligus uji coba,” papar Miftach.

Karena itu, kata Kiai Miftach, susunan kepengurusan PBNU 2022–2027 cukup besar. ”Kalau kita hitung semua mungkin sekitar 200 orang. Karena bukan sekadar mengurus lokal, dunia internasional juga membutuhkan langkah-langkah dari NU,” jelasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/c19/oni

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads