JawaPos Radar

Pesan Pengamat soal Keputusan Golkar Pilih Ketua DPR

13/01/2018, 19:15 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
golkar
Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Golkar diminta teliti untuk menentukan Ketua DPR yang baru. Sebab saat ini, ketidakpercayaan publik semakin tinggi terhadap lembaga tersebut usai ketuanya, Setya Novanto terjerat kasus korupsi e-KTP.

"Legitimasi lembaga DPR turun. Ketidakpercayaan publik makin tinggi," singgung Ahli Hukum Tata Negara Bivitri Susanti kepada wartawan, Sabtu (13/1).

Untuk itu, ketua DPR yang baru, menurutnya, harus tidak bersinggungan dengan kasus e-KTP. "Jangan sampai ada conflict of interest. Ini akan membuat hubungan DPR dan KPK bisa memanas lagi dan bisa berpengaruh lagi pada tingkat kepercayaan publik terhadap DPR," tegas Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) itu.

Konteks stabilitas dan efektivitas DPR di tahun politik, kata dia, perlu menjadi bahan pertimbangan. Sebab biasanya, DPR akan menurun kinerjanya karena fokus pada pemilu.

"Nah ini juga yang harus dijaga. Ketua DPR yang baru juga harus menjaga agar kinerja DPR tidak turun terlalu jauh," sebut Bivitri.

Kriteria lain, Ketua DPR yang baru pun sosok yang disegani anggota parlemen. "Ketua juga harus tipe yang kepemimpinannya baik dan diterima oleh berbagai kalangan internal DPR maupun eksternal," pungkas Bivitri.

Seperti diketahui, sejumlah kader Golkar masuk bursa calon Ketua DPR. Mereka adalah, Sekretaris Fraksi Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, Ketua Banggar DPR Aziz Syamsuddin, dan Ketua Komisi II Zainudin Amali.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up