alexametrics

Fraksi PKS Desak Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

12 November 2020, 16:51:20 WIB

JawaPos.com – RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) dinilai mendesak untuk segera diterbitkan. Fraksi PKS mendesak agar pembahasannya cepat diselesaikan. Sebisa-bisanya tidak kalah cepat dengan UU Cipta Kerja yang disahkan sebelumnya.

Anggota Fraksi PKS DPR Toriq Hidayat menyebutkan bahwa RUU PDP harus dituntaskan karena menyangkut kebutuhan mendesak. Yakni, melindungi data pribadi di era serbadigital. Tanpa ada perlindungan hukum yang jelas, data pribadi masyarakat lebih mudah disalahgunakan untuk kepentingan yang merugikan publik.

’’Contohnya apa yang kita ucapkan, apa yang kita tulis, atau data-data personal kita itu bisa disalahgunakan untuk kejahatan finansial,’’ jelas Toriq kemarin (11/11). Bahkan berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan yang lebih luas, misalnya politik.

Toriq mengutip UU 14/2008 yang mengatur bahwa data yang masuk kategori pribadi merupakan rahasia pribadi. ’’Di antaranya meliputi riwayat dan kondisi anggota keluarga, riwayat pengobatan kesehatan fisik, kondisi ekonomi, dan lainnya,’’ lanjutnya.

Sejauh ini, imbuh Toriq, masyarakat memang bisa melaporkan penyalahgunaan data ke pihak-pihak yang bertanggung jawab menyimpan data tersebut. Misalnya, bank atau call center dompet digital. Bisa pula ke kepolisian dan OJK untuk kasus identitas finansial. Namun, dia mengingatkan bahwa solusi semacam itu hanya bersifat jangka pendek.

’’Solusi jangka panjangnya ya RUU PDP,’’ tegasnya. Dalam RUU itu, lanjut dia, akan diatur hak pemilik data pribadi sebagai hak asasi serta keseimbangan hak dan kewajiban antara pemilik data dan pengendali data. Akan diatur pihak-pihak mana saja yang boleh mengendalikan atau menyimpan data pribadi serta berapa lama data pribadi bisa dikelola. Saat ini RUU PDP dibahas di tingkat panitia kerja (panja). Sudah ada 12 daftar inventarisasi masalah (DIM) yang selesai dibahas dalam rapat panja.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : deb/c19/byu

Saksikan video menarik berikut ini: