JawaPos Radar | Iklan Jitu

Budiman: Prabowo Aneh, Kita Optimistis, Narasi Dia Malah Mengerdilkan

12 Oktober 2018, 21:00:59 WIB | Editor: Estu Suryowati
Budiman: Prabowo Aneh, Kita Optimistis, Narasi Dia Malah Mengerdilkan
Prabowo Subianto (tengah) diminta berhenti membangun narasi-narasi negatif tentang Indonesia. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pernyataan Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menyebut 'Make Indonesia Great Again' masih menuai respons dari berbagai pihak. Pernyataan Prabowo itu malah menunjukkan pesimisme di tengah semangat pemerintah membangun ekonomi.

Pembisik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Budiman Sudjatmiko pun merasa aneh dengan sikap yang ditunjukkan Prabowo. Budiman melihat, ada sosok yang begitu pesimistis di tengah Indonesia akan menghadapi revolusi 4.0, ialah Prabowo Subianto.

Budiman mencontohkan, seperti beberapa waktu lalu, saat mantan Danjen Kopassus itu menyebut Indonesia akan bubar di 2030. Padahal pernyataan itu hanya berpedoman pada buku fiksi.

"Pak Prabowo agak aneh. Saat kita lagi optimistis bisa memimpin Indonesia di revolusi 4.0, beliau (Prabowo) malah bilang Indonesia akan bubar," ujar Budiman di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu meminta agar rakyat lebih optimistis menatap masa depan bangsa, tak seperti Prabowo. Menurutnya, jika yang terus-terusan didengar masyarakat adalah narasi negatif, maka akan sulit bagi Indonesia untuk bisa lebih maju.

"Saat Indonesia ingin memacu kecerdasan alami, kecerdasan buatan, bangsa Indonesia berbasis big data, malah Pak Prabowo bicara soal kebodohan," kata Budiman.

"Terus yang mau buat Indonesia jadi besar itu apa? Kalau kemudian narasinya mengerdilkan diri, tapi menginginkan Indonesia great again," sambungnya.

Lebih jauh Budiman meminta agar kubu Prabowo berhenti membuat narasi-narasi negatif. Lebih mereka memikirkan usulan-usulan positif untuk membangun bangsa.

"Saya pikir Pak Prabowo baiknya tidak lagi menyatakan seperti itu, mengajak berhenti dari rombongan orang yang mau ke revolusi Industri 4.0. Saya kira apa yang dibesarkan kalau semua dikerdilkan?" pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up