PSI Suka Nyinyirin 08, Gerindra: Itu Bagian Dari Operasi Numpang Tenar

12/09/2018, 15:18 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Sekjen PSI Raja Juli Antoni dianggap oleh kader Gerindra sedang menjalankan operasi numpang tenar lewat agenda menyidir Prabowo. (igman/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)‎ tidak mengerti kenapa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sangat sering menyindir Prabowo Subianto. Terakhir, mantan Danjen Kopassus itu disebut tidak bisa memimpin koalisi.

Juru Bicara Partai Gerindra, Andre Rosiade menegaskan, aksi sindirian sekjen PSI Raja Juli Antoni itu semata-mata hanya untuk meningkatkan popularitas partainya.

"PSI kan memang hobinya nyinyir sama Gerindra juga Pak Prabowo. Karena ini kan bagian dari operasi numpang tenar mereka," ujar Andre saat dihubungi, Rabu (12/9).

Oleh sebab itu Partai Gerindra pun memaklumi apa yang disampaikan oleh Raja Juli Antoni dengan menyindir Prabowo Subianto atau 08 (sebutan lainnya). Karena itu adalah merupakan bagian dari strategi politiknya. Yaitu numpang tenar.

"Ya kami memaklumi saja, namanya juga butuh panggung," katanya.

Lebih lanjut, Andre menjelaskan, apa yang disampaikan oleh Raja Juli merupakan bentuk kepanikan dari koalisi Jokowi dan Ma'ruf Amin dalam menghadapi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. 

"Karena mereka panik melihat Pak Prabowo dan Bang Sandi yang luar biasa disambut masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli ‎Antoni mentatakan saat ini di kubu Prabowo dan Sandiaga sangat kental dengan Partai Gerindra. 

Misalnya politikus Partai Gerindra yang juga mantan Panglima TNI Djoko Santoso menjadi ketua tim kampanye nasional. Padahal capres dan cawapresnya sudah dari Partai Gerindra.

Bahkan Raja Juli mengaku, dirinya mendapatkan informasi, bahwa bendahara dan juga sekretaris tim kampanye nasional Prabowo-Sandiaga Uno berasal dari kader Partai Gerindra.

"Lalu partai-partai lain seperti apa?. Ini sangat Gerindra sentris," ujar Antoni di Sekretariat Jokowi-Maruf Amin, Gedung High End, Jakarta, Rabu (12/9).

Karenanya, anak buah Grace Natalie itu ikut mempertanyakan, apakah bakal mampu menjadi kepala negara. Memimpin koalisi saja tidak bisa. Karena hanya diisi oleh Partai Gerindra.

"Ini harus dicatat Pak Prabowo ternyata memimpin koalisi kecil saja kesulitan. Apalagi memimpin bangsa yang kompleksitas persoalannya," tegasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi