JawaPos Radar

Survei LSI

Pemilu 2019, PDIP Pecah Rekor, Gerindra Torehkan Sejarah

12/09/2018, 14:59 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Megawati
Ketua Umum DPP PDIP Megawati akan memecahkan rekor baru jika pada pemilu 2019 nanti partainya berhasil menjadi pemenang lagi. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 diperkirakan akan kembali menjadi panggung bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai berlambang Banteng moncong putih itu dianggap masih perkasa dalam segi elektabilitas dibanding seluruh parpol pesaingnya.

Rilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terbaru memposisikan elektabilitas PDIP sebesar 24,8 persen. Terpaut jauh dari pesaingnya terdekatnya partai Gerindra di posisi kedua dengan 13,1 persen suara.

Dari data itu, Peneliti LSI Adjie Alfaraby menyebut PDIP berpotensi menjadi juara Pileg dua kali berturut-turut setelah 2014 lalu mereka pun menang. Menurutnya dengan elektabilitas 24,8 persen sekarang akan sangat sulit dikejar oleh partai manapun.

"PDIP berpotensi menjadi partai pertama era reformasi yang menjadi juara pemilu dua kali berturut-turut," ujar Adjie di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/9).

Jika pileg 2019 kembali dimenangkan PDIP, maka partai yang dinakhodai oleh Megawati Soekarnoputri itu akan memecahkan rekor. Sebab sejak era reformasi tidak ada partai yang mampu memenangkan pemilu dua kali berturut-turut.

"PDIP berpotensi keluar dari kutukan juara bertahan partai-partai pemenang pemilu di era reformasi. Ibarat dalam sepakbola liga Champion modern, PDIP berpeluang menjadi Real Madrid yang juara liga Champion berturut-turut," jelas Adjie.

Sementara itu dari data di atas, Gerindra juga diperkirakan mampu menorehkan sejarah baru. Partai berlambang kepala burung garuda itu akan menjadi satu-satunya partai yang mampu memecah dominasi PDIP dan Golkar sebagai pihak yang selalu mengisi posisi runner up pileg setelah reformasi.

"Gerindra potensial menjadi partai pertama yang menjadi runner up di luar PDIP dan Golkar," tandas Adjie.

Sebagai informasi survei ini dilakukan pada rentang waktu 12-19 Agustus 2018, melibatkan 1.200 responden. Metodr survei menerapkan sitem multistage random sampling, dengan wawancara tatap muka dan kuesioner. Margin of error survei ini 2,9 persen.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up