Gerindra Sebut Aksi Massa Penolak #2019GantiPresiden Seperti Persekusi

12/09/2018, 17:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Massa membakar ban bekas di depan kantor DPW PKS Sumut, Jalan Kenanga Raya, Kota Medan, Senin (10/9). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kejadian tidak menyenangkan menimpa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum lama ini. Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Medan, Sumatera Utara digeruduk oleh sejumlah masa. Mereka kesal karena menganggap partai tersebut sebagai pelopor aksi #2019GantiPresiden di Medan.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Andre Rosiade lantas menyesalkan kejadian ini. Menurutnya #2019GantiPresiden merupakan hal biasa, sehingga tidak semestinya sampai terjadi aksi tersebut.

"Sebenarnya #2019GantiPresiden itu biasa saja, kalau Anda nggak setuju ya silakan bikin tagar yang lain," ujar Andre di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Andre menilai penggerudukan seperti yang terjadi di Medan bisa disebut condong pada aksi persekusi. Dia pun berharap, setiap masyarakat bisa bersikap dewasa dalam melihat perbedaan. Sehingga, konflik dapat dihindari.

"Penggerudukan itu kan seperti persekusi. Ada ketidakdewasaan, ada ketidakmampuan soal menerima perbedaan pendapat," tegasnya.

Lebih jauh Andre mengingatkan hal seperti ini harus menjadi perhatian seluruh pihak baik kubu Jokowi amupun Prabowo. Elite partai diminta mengimbau relawannya untuk legawa menerima perbedaan.

Sebelumnya, kantor DPW PKS Sumatera Utara yang berada di Jalan Kenanga Raya, Kota Medan tiba-tiba ramai, Senin (10/9). Sekitar 300 orang yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Sumut Peduli NKRI berbondong-bondong datang berunjuk rasa.

Dalam aksi yang digelar, poster penolakan tagar #2019GantiPresiden itu pun dibentangkan. Itu dilakukan, sebagai protes mereka terhadap tagar yang akhir-akhir ini menjadi trending topic.

Menurut mereka, #2019GantiPresiden yang digulir akhir-akhir ini berpotensi memecah persatuan bangsa. Mereka juga meminta PKS tidak menggunakan isu SARA di masyarakat.

"Gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan terselubung ingin mengganti Pancasila menjadi paham khilafah di NKRI. Kami ingin Sumut damai. NKRI harga mati. Jangan adu domba kami. Sumut cinta damai," ucap Syahril, koordinator aksi.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi