Pilpres 2019

Farhat Kaitkan Dukungan Jokowi dengan Akhirat, Elite Timses Marah

12/09/2018, 12:27 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Gerbong Sekjen parpol koalisi pendukung Prabowo yang dipimpin Hasto saat memberikan kerterangn pada awak media di Rumah Cemara, Menteng. (Gunawan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pengacara kondang Farhat Abbas yang mengklaim dirinya sebagai Juru bicara (Jubir) pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, melontarkan kalimat kontroversi lewat aku instagramnya. Ia menyeb‎ut orang yang tidak mendukung ‎Jokowi bakal masuk negara.

Menanggapi itu, Wakil Sekretaris Jokowi-Ma'ruf Amin Raja Juli Antoni menegaskan, Farhat Abbas bukanlah juru bicara pasangan Jokowi-Ma'ruf. Melainkan hanya menjadi anggota di tim kampanye nasional.

Capture postingan Farhat Abbas soal dukungan pada Jokowi yang dikaitkan dengan urusan surga dan neraka. (instagram Farhat Abbas)

"Tidak menjadi juru bicara. Kalau yang jadi jubir ada. Tapi dia bagian dari tim kampanye," ujar Antoni di Posko Pemenangan Gedung High End, Jakarta, Rabu (12/9).

Menurut Antoni, koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin ‎akan melakukan teguran terhadap Farhat Abbas karena mengatakan hal yang sifatnya kontroversi. Pasalnya yang disampaikannya bukan narasi Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kita akan memberikan terguran internal kepada Bang Farhat. Ini bukan narasi Jokowi-Ma'ruf Amin," tegasnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menegaskan koalisinya tidak pernah mamainkan isu agama. Apalagi mengaitkan dengan persoalan akhirat. Oleh sebab itu secepatnya Farhat Abbas bakal mendapat teguran.

"Kita tidak ingin mengkait-ngaitkan dengan akhirat. Ini soal duniawi," katanya.

Diketahui dalam akun Instagram milik Farhat Abbas @farhatabbastv229 ‎mengungkapkan yang memilih Jokowi dua periode bakal masuk surga. Sementara yang tidak memilih Jokowi bakal mendapatkan siksa api neraka.

"Yang Pilih Pak Jokowi Masuk Surga.! Yang gak Pilih Pak Jokowi dan Menghina, Fitnah & Nyinyirin Pak Jokowi! Bakal Masuk Neraka! (jubir-Indonesia)," tulis Farhat.‎

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi