Elite Gerindra Sebut Mahasiswa Riau Tak Puas dengan Kinerja Pemerintah

Demonstrasi Desak Jokowi Mundur

12/09/2018, 16:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Ribuan mahasiswa dari BEM UIR menggelar aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Riau, pada Senin (10/9), menuntut Presiden Jokowi untuk diturunkan. (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) sempat membuat ramai publik. Sebab mereka dengan lantang menggelar demonstrasi di gedung DPRD Riau, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilengserkan dari jabatannya.

Menanggapi itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan sudah menjadi sesuatu yang wajar jika mahasiswa menggelar demonstrasi. Hal itu menandakan adanya ketidakpuasan mereka terhadap kinerja pemerintah.

"Kita lihat demonstrasi sudah ada dimana-mana, berarti apa? Bahwa ada yang salah di bangsa ini. Ada yang kurang dari kinerja pemerintah," ujar Andre di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Andre pun menyarankan kepada pemerintah untuk merespons dengan baik aspirasi mahasiswa yang turun ke jalan. Pasalnya, kata Ander, mahasiswa akan turun ke jalan jika memang telah terjadi masalah.

"Kita semua kan pernah jadi mahasiswa, mereka itu selalu turun ke lapangan berteriak kalau ada masalah, rakyat menjerit," jelasnya.

Andre menilai, langkah yang diambil mahasiswa ini merupakan aksi wajar dalam berdemokrasi. Sehingga tidak perlu dilebih-lebihkan atau dipolitisasi.

"Saya rasa ini bagian dari demokrasi, dan jangan sampai juga aparat bilang ini makar," tandasnya.

Sebelumnya, demonstrasi mahasiswa UIR berlangsung cukup ramai. Peserta diperkirakan mencapai 3.000 orang memadati kantor DPRD Riau pada Senin (10/9).

Mahasiswa yang mengenakan almamater berwarna biru tua ini, tiba di gedung rakyat sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka datang dengan atribut berupa kain putih bertuliskan 'Turunkan Jokowi' yang ditulis dengan cat semprot warna merah.

Selain itu, mereka membawa boneka pocong dengan foto Jokowi. Setibanya di depan gerbang kantor DPRD Riau, massa sudah ditunggu oleh aparat kepolisian yang berjaga. Namun, aparat tak bisa berbuat apa-apa saat massa memaksa masuk ke halaman DPRD.

Setelag berhasil meringsek masuk, massa mengantungkan pocong itu di sebuah tiang di kantor DPRD Riau. Sementara bendera Merah-Putih mereka turunkan setengah tiang. Tampak pocong tersebut tergantung di tiang itu. Sekitar 15 menit di luar gedung, mereka memaksa masuk ke dalam gedung.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas keamanan. Meski begitu, massa berhasil masuk ke dalam gedung sambil membawa serta pocong Jokowi ke dalam gedung. Mereka masuk ke dalam gedung rapat paripurna.

Koordinator lapangan, Guntur Yurfandi mengatakan, ada tiga tuntutan yang mereka suarakan pada sore ini. "Pertama, stabilkan perekonomian bangsa. Kemudian selamatkan demokrasi Indonesia dan ketiga usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau-1," ujarnya, Senin (10/9).

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi