JawaPos Radar

Elite Gerindra: Jangan Ikut Campur Rumah Tangga Orang

12/09/2018, 16:14 WIB | Editor: Imam Solehudin
Nizar Zahro
Ketua DPP Gerindra, Nizar Zahro meminta Sekjen PSI tak perlu mencampuri urusan koalisi partainya.Pernyatan Antoni dinilai offside (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni menuai reaksi keras dari Elite Gerindra. Komentar Antoni, yang menyebut Prabowo kesulitan memimpin koalisi, dinilai kurang etis.

Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahro meminta supaya kubu Jokowi tidak mencampuri urusan partainya. Apalagi sampai ikut campur mengenai koalisi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Jadi gini saja, kubu Jokowi suruh bahas kubu Jokowi saja. Enggak usah bahas kita enggak ada untungnya," ujar Nizar Zahro kepada JawaPos.com, Rabu (12/9).

"Jadi suruh belajar politik saja lagi. Ngapain sih ngurus rumah tangga orang. Ibarat rumah tangga kalau urus istri orang itu sudah menyalahi etika. Offside," tambahnya.

Menurut Anggota Komisi X DPR ini, koalisi Prabowo-Sandiaga saja tidak pernah ikut campur mengenai kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Karena Partai Gerindra tahu etika politik.

Berikanlah ruang supaya koalisi Prabowo-Sandiaga Uno menyusun sendiri tim kampanye nasionalnya tanpa adanya intervensi dari kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kalau kubu mereka ya urus saja kubu mereka. Jangan urus kubu kita. Biarkan koalisi kita berimprofisasi sesuai dengan perjanjian koalisi yang telah dibangun," ungkapnya.

Oleh sebab itu menurut Nizar, lebih baik ke depannya ketimbang ikut campur rumah tangga. Koalisi Jokowi bertarung dengan cara beradu gagasan‎.

"Kita ingin ajak mereka untuk adu gagasan, adu program adu festifal, adu gagasan‎," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up