JawaPos Radar

Cak Imin: Seni Bisa Menjadi Panglima di Indonesia

12/09/2018, 23:02 WIB | Editor: Imam Solehudin
Cak Imin
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar ketika hadir dalam acara pembukaan pameran lukisan Giri Basuki di Taman Ismail Marzuki, Rabu (12/9). (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar membuka pameran lukisan tunggal bertajuk 'Mooi Indie Utopia" karya Giri Basuki di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Cak Imin-sapaannya- mengaku bangga hadir dan membuka pameran lukisan tunggal karya Giri, karena seni selalu menambah khasanah dan kekayaan keilmuan para pecinta dan pelaku seni itu sendiri.

"Seni menambah khasanah kita, politik mengisi ruang-ruang kosong dalam kehidupan sosial masyarakat," kata Cak Imin melalui keterangan tertulisnya.

Inisiator Nusantara Mengaji meminta para pelaku seni tidak anti pati terhadap politik. Pasalnya, tidak seluruh pelaku politik berpolitik untuk kepentingan politik.

"Bagi saya politik hanyalah kosekuensi dari perjalanan kultural memperjuangkan cita-cita Nahdlatul Ulama yang telah diperjuangkan kakek buyut saya sejak dahulu. Jadi ini kisekuensi," tutur pria yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu.

Cak Imin berharap politik tidak dicurigai, politik jangan dijauhi, politik dibasuh saja supaya bersih.

"Saya mengenal Giri bukan hanya sebagai seniman, tetapi sebagai aktivis pembela demokrasi dan Hak Azasi Manusia, " katanya.

Cak Imin juga berharap kedepannya seni bisa menjadi panglima di Indonesia. Kalau era Soekarno politik jadi panglima, era Soeharto ekonomi jadi panglima dan era saat ini politik juga masih menjadi panglima.

"Semoga di tahun mendatang seni dapat menjadi Panglima," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up