Aksi Mahasiswa Riau Dikhawatirkan Ditunggangi Kepentingan Politik

12/09/2018, 21:00 WIB | Editor: Estu Suryowati
Ribuan mahasiswa dari BEM UIR menggelar aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Riau, pada Senin (10/9), menuntut Presiden Jokowi untuk diturunkan. (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) sempat membuat ramai publik. Sebab mereka dengan lantang menggelar demonstrasi di gedung DPRD Riau, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilengserkan dari jabatannya.

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menduga aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut sudah ditunggangi oleh oknum untuk kepentingan politik. "Pastilah ada gerakan-gerakan politik yang melibatkan banyak pihak," ujar Karding di Jakarta, Rabu (12/9).

Kendati begitu, Karding menyatakan, pihak Jokowi tetap menampung kritik dari mahasiswa yang berunjuk rasa. Kritik tersebut akan dijadikan masukan untuk perbaikan ke depan.

Jokowi diminta turun dari jabatannya oleh BEM Universitas Islam Riau (UIR). PKB menilai aksi BEM UIR ditunggangi kepentingan politik. (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

"Ini akan menjadi catatan bagi pemerintahan Pak Jokowi dan bagi kami tim kampanye nasional," katanya.

Sebelumnya, demonstrasi mahasiswa UIR berlangsung cukup ramai. Peserta diperkirakan mencapai 3.000 orang memadati kantor DPRD Riau pada Senin (10/9).

Mahasiswa yang mengenakan almamater berwarna biru tua ini, tiba di gedung rakyat sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka datang dengan atribut berupa kain putih bertuliskan 'Turunkan Jokowi' yang ditulis dengan cat semprot warna merah.

Selain itu, mereka membawa boneka pocong dengan foto Jokowi. Setibanya di depan gerbang kantor DPRD Riau, massa sudah ditunggu oleh aparat kepolisian yang berjaga. Namun, aparat tak bisa berbuat apa-apa saat massa memaksa masuk ke halaman DPRD.

Setelag berhasil meringsek masuk, massa mengantungkan pocong itu di sebuah tiang di kantor DPRD Riau. Sementara bendera Merah-Putih mereka turunkan setengah tiang. Tampak pocong tersebut tergantung di tiang itu. Sekitar 15 menit di luar gedung, mereka memaksa masuk ke dalam gedung.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas keamanan. Meski begitu, massa berhasil masuk ke dalam gedung sambil membawa serta pocong Jokowi ke dalam gedung. Mereka masuk ke dalam gedung rapat paripurna.

Koordinator lapangan, Guntur Yurfandi mengatakan, ada tiga tuntutan yang mereka suarakan pada sore ini. "Pertama, stabilkan perekonomian bangsa. Kemudian selamatkan demokrasi Indonesia dan ketiga usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau-1," ujarnya, Senin (10/9).

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi