alexametrics

Nasdem Dukung Usulan Jatah Menteri Dibagi Berdasar Perolehan Suara

12 Juli 2019, 18:26:07 WIB

JawaPos.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengusulkan supaya pembangian kursi kabinet bisa dilakukan secara adil. Artinya berdasarkan pada perolehan suara di Pemilu 2019. Ide itu pun didukung oleh Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Johnny G Plate.

“Usulan yang disampaikan Pak JK itu bagus. Karena proposional dengan perolehan suara Pemilu 2019. Saya kira itu layak juga dijaidkan masukan untuk Pak Jokowi,” ujar Johnny di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/7).

Pertimbangan lainnya menurut Johhny adalah adanya penglompokan dari kalangan profesional, partai politik dan yang lainnya. Namun demikian, itu semua dikembalikan ke Presiden Jokowi.

“Kami menghormati betul hak prerogatif Presiden Jokowi untuk menentukan kabinetnya,” katanya.

Lebih lanjut, Johnny juga menegaskan, Partai Nasdem tidak pernah menyodorkan atau mengajukan nama menteri kepada Presiden Jokowi. Adanya pengajuan nama itu adalah bukan sikap resmi dari Partai Nasdem. Melainkan hanya usulan kader saja.

“Saya tegaskan partai tidak melakukan itu. Sama sekali tidak,” ungkapnya.

‎Sebelumnya, Wakil Presiden JK mengingatkan agar komposisi kabinet Jokowi-Maruf Amin dibagi secara adil. Pembagian itu harus disesuaikan dengan perolehan jumlah kursi di parlemen.

“Harus dibikin polanya, berapa dari parpol berapa nonparpol, kan, disusun. Partai dapat berapa, sesuai jumlah kursi di DPR. Jangan yang kursinya (di parlemen) sedikit mendapat lebih banyak, kacau nanti,” ujar JK.

Selain itu, kata JK, penyusunan kabinet juga harus seimbang antara jenis kelamin, agama, hingga wilayah asal. Hal itu dinilai JK semata demi keharmonisan bangsa.

“Harus ada dari Aceh, Sumut, Jabar, Jateng, Sulawesi. Kalau tidak bangsa ini tidak harmonis. Memang tidak mudah menyusun kekuasaan nasional itu,” katanya.

“Jadi harus ada harmonisasi baik antarwilayah dan suku, agama, politik, tingkat kemampuan, profesionalisme. Itulah baru didukung semua pihak,” imbuh JK.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono