JawaPos Radar | Iklan Jitu

TGB Pilih Dukung Jokowi, Ustad Yusuf Mansyur Bilang Begini

12 Juli 2018, 17:41:46 WIB | Editor: Kuswandi
Tuan Guru Bajang
Tuan Guru Bajang saat menyambangi kantor DPR/MPR, Rabu (9/5) (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Keputusan tokoh ulama sekaligus Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi kepada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan beberapa tokoh ulama. Salah satunya, pendakwah kondang, Ustad Yusuf Mansyur.

Kepada awak media, ia mengaku enggan menanggapi persoalan dukungan TGB kepada Jokowi. Namun, ia menyampaikan doa yang terbaik kepada keputusan rekannya itu.

"Saya doain aja dulu, mudah-mudahan selalu ada kebaikan di setiap perbedaan, pokoknya doain aja mudah-mudahanan apa yang terjadi khair (baik)," kata Ustad Yusuf usai menjadi moderator, dalam sebuah acara di Kawasan Jakarta Pusat, Kamis (12/7).

Di sisi lain, Yusuf mengungkapkan, politik dan agama merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan dalam Indonesia. Pasalnya, saat ini Indonesia merupakan negara beragama.

"Indonesia gak bisa dipisahkan dari agama karena pemilihnya kan beragama. Yang penting jangan gara-gara agama kita jadi berantem aja," ucapnya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) akhirnya mau menjelaskan dukungannya ke Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang. Ada beberapa alasan mengapa mantan tim sukses Prabowo pada Pilpres 2014 itu pindah ke lain hati.

Menurut TGB, setelah pilkada serentak usai, dirinya merenung dan memikirkan ke mana dirinya akan memberikan dukungan di Pilpres 2019 mendatang. Nah, dalam renungannya itu dia memutuskan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

"Saya sebagai anak bangsa berhak untuk menyampaikan dukungan saya," ujar TGB saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/7).

Lebih lanjut dia menjelaskan, memang dalam kepemimpinan Jokowi ada kekurangannya. Tapi, Jokowi memiliki kerja-kerja nyata. Misalnya, pembangunan insfrastruktur. Artinya dengan berbagai keterbatasan namun mampu menjawabnya.

"Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada ya tetap harus apresiasi, dan ini (pembangunan infrastruktur) harus diselesaikan," kata politikus Partai Demokrat ini.

TGB mengatakan, di NTB saja yang tidak terlalu banyak permasalahannya, tetap dibutuhkan dua periode untuk menyelesaikannya. Apalagi, untuk mengurus Indonesia. Karena itu Jokowi memang perlu dua periode dalam menjadi Presiden Indonesia.

"Nah, sekarang pekerjaan sedang luar biasa, dan cukup pantas untuk memberikan kesempatan pada beliau dalam menuntaskan seluruh yang dikerjakan dari Sabang sampai Marauke. Tentunya dalam dua periode," tuturnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up