alexametrics

Kursi Menteri Urusan Presiden PKS, HNW Ingin Tetap Oposisi

12 Juni 2019, 00:29:46 WIB

JawaPos.com – Desas-desus adanya tawaran kursi kabinet untuk partai pengusung paslon nomor 02 Prabowo-Sandi mulai santer terdengar. Salah satunya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kabarnya sudah diajak-ajak masuk dalam kabinet periode 2019-2024.

Menanggapi  hal itu, Wakil Ketua ‎Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, ia tidak ingin menjawab mengenai adanya tawaran kursi menteri tersebut. Karena itu ranahnya Presiden PKS. Namun Hidayat menjelaskan sedari awal PKS tetap komitmen sebagai oposisi. Itu dimulai dari 2014 silam.

‎”Sikap kami sebagaimana tahun 2014, karena kami bukan koalisi Pak Jokowi dan koalisi kami tidak menang dalam pemilu, jadi wajar saja, kami tidak perlu diajak,” ujar Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/6).

Wakil Ketua MPR ini juga mengatakan, PKS akan teteap menjadi oposisi di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin di 2019 ini. Ini dilakukan demi tetap menjaga demokrasi di pemerintahan.

“Biarlah kami menjadi oposisi. Biarlah kami berada di luar kabinet, toh berada di luar pemerintahan bukan berarti tidak konstitusional,” katanya.

Sejauh ini, Hidayat mendapat informasi bahwa Partai Gerindra juga memilih tetap menjadi oposisi. Tidak menerima ajakan bergabung ke pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sikap politik itu menurutnya memang perlu ada oposisi sebagai penyeimbang di kabinet.

“Memang sebaiknya tidak perlu semua diajak ke pemerintah harusnya konsiten saja,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, sampai saat ini partai berlogo bintang mercy belum mendapatkan tawaran menteri dari Presiden Jokowi.

Komunikasi yang dibangun antara Partai Demokrat dengan Presiden Jokowi selama ini masih seputar membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Termasuk juga mengenai keamanan di dalam negeri. 

“Jadi memang belum ada pembicaraan resmi antara Pak Jokowi dengan Pak SBY sebagai ketum partai (mengenai jatah kursi),” tuturnya.

Kalau pun ada ajakan bergabung ke pemerintahan Jokowi. Demokrat akan mempertimbangkannya. Tidak tergesa-gesa memberikan keputuasan.

“Yang pasti kami akan pertimbangkan sepenuh hati bila diajak bersama sama membangun bangsa oleh Pak Jokowi,” ungkapnya.

Sekadar informasi, Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiande mengatakan partai yang dikomanadani Prabowo Subianto ini sudah diajak-ajak bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Bahkan kita juga mendengar dari berbagai pihak, Pak Jokowi juga ingin mengajak Gerindra bergabung dalam pemerintahnya, dan juga menawarkan berapa kursi menteri,” ujar Andre saat dihubungi.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads