JawaPos Radar | Iklan Jitu

Caleg Cantik PSI Ini Soroti Kenaikan Anggaran Kemenag

12 Juni 2018, 03:17:29 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Milly PSI
Juru Bicara PSI Milly Ratudian berharap besaranya anggaran di Kementerian Agama bisa untu meningkatkan kualiitas guru-guru yang ada di lembaga pendidikan agama. (ist/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti soal kenaikan anggaran Kementerian Agama (Kemenag). Parpol di bawah komando Grace Natalie itu meminta anggaran lembaga pendidikan agama ditujukan untuk memperbaiki kualitas guru-guru.

“Harapanya akan lahir banyak guru agama berkualitas yang tahu cara mengajar secara terstruktur dan jelas, sehingga dan dapat membangun pemahaman konsep dan mengembangkan ide para murid,” ujar Juru Bicara PSI Milly Ratudian dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Senin (11/6).

Diketahui, beberapa hari lalu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan anggaran Kementerian Agama bakal mengalami kenaikan hingga Rp 887 miliar untuk 2019. 

Artinya, Kemenag bakal memiliki anggaran sekitar Rp 63 triliun. Tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan lembaga-lembaga pendidikan. Misalnya, madrasah, pondok pesantren, serta sekolah-sekolah agama lain.

“Pengembangan lembaga pendidikan itu harapannya bisa sekaligus mengembangkan kulaitas para gurunya. Tidak hanya soal nilai akademis tetapi juga mengembangkan potensi dan keterampilan yang mereka miliki,” kata Milly yang juga Caleg PSI untuk Jabar II ini.

Milly menambahkan, kemampuan bernalar kritis dan memecahkan masalah secara analitis dari seorang murid dapat dibangun dari cara guru mendidik. Termasuk dalam persoalan mencegah sempitnya pemahaman agama yang bisa berujung pada radikalisme.

"Karena itu, sertifikasi guru diharapkan bukan hanya dari segi administratif tetapi juga berdasarkan penilaian kinerja," paparnya .

Pasalnya, Indonesia memiliki demografi dan kondisi topografi yang beragam, diharapkan setiap sekolah memiliki guru yang mampu meningkatkan keterampilan para murid berdasarkan potensi wilayah masing-masing.

“Jika peningkatan kualitas guru dan sekolah terjadi serentak dan merata di seluruh wilayah Indonesia, besar harapan Indonesia akan mengalami bonus demografi postif pada 2030,” ujar Milly.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up