alexametrics
Pemilu 2019

Dukung Ide Sis Grace, Ferdinand: Yang Debat Ketum atau Diwakilkan?

12 Maret 2019, 12:46:51 WIB

JawaPos.com – Caleg dan program partai politik peserta Pemilu 2019 kurang dilirik oleh masyaraat. Alasannya karena warga fokus kepada debat capres dan cawapres. Untuk itu muncul wacana adanya debat antar partai politik.

Saat dikonfirmasi, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku setuju dengan usulan tersebut. Pasalnya, masyarakat juga perlu mengetahui program partai politik.

“Saya pikir gagasan debat antar partai ini sebetulnya gagasan yang baik. Apalagi kalau diselenggarakan dengan format yang baik,” ujar Ferdinand kepada JawaPos.com, Selasa (12/3).

Namun demikian wacana debat antar parpol perlu dimatangkan lagi. ‎Mengingat ada16 partai politik peserta pemilu. Maka perlu diatur format debatnya seperti apa. Kemudian partai yang akan debat dihadiri oleh siapa ketua umum atau diwakili.

“Ini kan menjadi pertanyaan juga. Siapa yang debat, Ketum atau wakilnya. Namun secara umum saya mendukung adanya gagasan untuk membuat debat antar partai,” katanya.

Lebih lanjut, Ferdinand juga menuturkan, ide debat antar parpol itu sulit terealisasi di Pemilu 2019. Mengingat waktu sudah semakin mepet dengan waktu pencoblosan. Sehingga wacana itu sebaknya dilakukan di Pemilu 2024.

“Tetapi dari sisi waktu segala macam persiapan ini juga tidak mungkin dilakukan. Tapi secara umum gagasannya itu ada baiknya dan bagus dilakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie berharap KPU, civil society atau media massa memfasilitasi debat antar partai. Hal itu menurut Grace bertujuan supaya publik bisa menilai kualitas dari partai yang akan mereka dukung.  

“Bagi kami debat ini penting untuk memastikan kualitas DPR mendatang tidak lebih buruk,” ujar Grace.

Grace menyayangkan proses penyelenggaraan Pemilu 2019 yang masih kurang memberikan ruang eksplorasi bagi publik. Padahal pemilu merupakan ajang kompetisi politik. Sudah seharusnya, publik mendapatkan kesempatan untuk melihat kontestasi antar partai-partai politik peserta pemilu. 

“Ada satu hal yang masih kurang dari proses Pemilu kali ini. Publik kehilangan kesempatan untuk melihat kontestasi ide diantara 16 partai politik,” katanya.

Sementara itu, menurut Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pamor partai politik dan caleg memang kurang di ajang pemilu serentak ini karena publik berfokus kepada capres dan cawapres. KPU sendiri memfasilitasi debat antar calon presiden agar publik dapat menilai masing-masing kandidat. Namun, lain halnya dengan partai politik.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Copy Editor :

Dukung Ide Sis Grace, Ferdinand: Yang Debat Ketum atau Diwakilkan?