alexametrics
Pemilu 2019

Ada Gerakan Mendelegitimasi KPU, Tjahjo Minta Rakyat Menahan Diri

12 Maret 2019, 12:20:02 WIB

JawaPos.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta publik untuk menghentikan upaya delegitimasi terhadap penyelenggaraan pemilu 2019. Masyarakat juga diminta menahan diri agar tak sering melakukan demonstrasi untuk menyampaikan saran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Upaya delegitimasi terhadap penyelenggaraan pemilu 2019 harus dihentikan. Masyarakat juga diminta menahan diri agar tak sering melakukan demonstrasi untuk menyampaikan saran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU),” kata Tjahjo di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Senin (11/3) malam.

Politikus PDI Perjuangan itu meyakini, KPU serta Bawaslu profesional dalam bertugas menyelenggarakan pemilu. Bahkan, untuk menjaga profesionalitas penyelenggaraan pemilu, Tjahjo mengaku sudah tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Komisioner KPU dan Bawaslu melalui telepon.

Tjahjo mengklaimm, semua komunikasi dengan KPU dan Bawaslu dilakukan melalui surat resmi. Komunikasi itu berupa pemberian masukan, kritik, atau undangan untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pemilu.

“Kalau ada masukan, saran, saya kira KPU membuka diri, atau lewat pemerintah,” tegas Tjahjo.

Untuk diketahui, dalam hasil survei yang dilakukan lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terlihat 80 persen masyarakat masih percaya dengan independensi KPU dan Bawaslu.

Hanya ada 11 persen hingga 12 persen responden survei yang kurang atau tidak yakin dengan kemampuan KPU dan Bawaslu menyelenggarakan pemilu. Dari responden yang kurang atau tidak yakin, SMRC mencermati kecenderungannya lebih tinggi di kalangan pendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Tapi perlu juga dicatat, terdapat sekitar 13 persen rakyat yang menilai KPU tidak netral. Itu berarti terdapat sekitar 25 juta warga yang menganggap KPU tidak netral, dan jumlah besar ini bisa menjadi masalah bagi KPU dan Bawaslu bila dimobilisasi,” ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani, Minggu (10/3).

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Copy Editor :

Ada Gerakan Mendelegitimasi KPU, Tjahjo Minta Rakyat Menahan Diri