alexametrics

Cerita Ahok, Pernah Dianggap Bakal Runtuhkan Elektabilitas Jokowi 2012

12 Februari 2021, 23:11:44 WIB

JawaPos.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dulu akrab dengan sapaan Ahok menyampaikan testimoni di perayaan Imlek 2021 yang digelar DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan tema ‘Imlekan Bareng Banteng’, pada Jumat (12/2). Ahok menyampaikan apresiasi khususnya kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dari dulu secara konsisten memperjuangkan hak setiap anak bangsa untuk bisa menjadi apapun.

Ahok mengatakan, bisa memberikan testimoni semacam itu lantaran mengalami sendiri. Pengalaman hidupnya itu pula yang menjadi alasan dirinya memilih masuk menjadi anggota PDIP, walau parpol lain juga mengajaknya.

“PDIP di bawah Ibu Megawati sebagai ketua umum ini sudah membuktikan PDIP adalah rumah besar kaum nasionalis, dan juga memperjuangkan kepentingan anak bangsa tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan. Nah, saya sendiri bukan hanya ngomong tapi ngalamin kan,” kata Ahok.

Lebih lanjut, dia menceritakan saat pilgub DKI Jakarta 2012 lalu, dia mendengar sebenarnya Joko Widodo (Jokowi) akan dipasangkan dengan figur lain, bukan dirinya. Ahok saat itu justru dianggap dapat meruntuhkan elektabilitas seorang Jokowi.

“Karena saya keturunan Tionghoa, agama saya juga yang minoritas. Tapi, Ibu Mega kan memutuskan tidak (bukan itu pertimbangannya), Ibu Mega cari orang yang bisa kerja,” katanya.

Sama halnya ketika pada pilgub Jakarta berikutnya, Ahok mengaku banyak yang berusaha memaksanya mundur dari pencalonan. “Banyak sekali orang minta saya mundur supaya saya tidak menganggu keharmonisan tanda kutip,” katanya.

“Tapi Ibu Mega mengatakan,  ‘Saya memilih Ahok untuk maju karena dia bisa kerja dan terbukti'” lanjutnya. Menurut Ahok, prinsip Megawati itu menunjukkan bahwa putri Soekarno itu benar-benar seorang negarawan.

“Dan PDIP adalah tempat kita bisa bernaung untuk bisa berjuang bersama-sama untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuh Ahok.

Bagi Ahok, PDIP adalah tempat memperjuangkan ideologi Pancasila, tempat memperjuangkan cita-cita Indonesia seperti disampaikan Bung Karno ketika memproklamasikan NKRI. “(Bahwa) kita harus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jabatan enggak penting. Buat apa jadi ketua kalau tidak bisa memperjuangkan, mewujudkan ini semua? Itu yang saya pilih dan saya putuskan itu,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads