alexametrics

Soal Kasus Ketum PA 212, Petahana Minta Kubu 02 Tak Asal ‘Ramai’

12 Februari 2019, 16:15:33 WIB

JawaPos.com – Kubu 02, Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno mengkritisi atas penetapan tersangka terhadap Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif. Proses hukum ini disebut bernuansa kriminalisasi.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani meminta agar kubu 02 tidak hanya berkoar-koar di media. Dia meminta jika memang keberatan atas prosed hukum ini dibawa ke jalur formal, bisa melalui pendalaman kasus di DPR RI.

“Saya kalau boleh menyarankan teman-teman yang ada di kubu barisan 02 itu, tidak kemudian kita hanya meramaikannya di media saja. Kan koalisi 02 itu kan punya instrumen di DPR RI ini,” ujar Arsul di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (12/2).

Lebih lanjut, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta agar proses hukum ini tidak buru-buru disimpulkan sebagai kriminalisasi. Harus ada pendalaman dulu terhadap kasusnya.

Selain itu, proses hukum terhadap Slamet pun harus diukur dengan pasal-pasal yang termuat di Undang-undang nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dari situ bisa disimpulkan apakah yang dilakukan Slamet bagian dari pelanggaran pemilu atau tidak.

“Jangan kemudian ketika ada proses hukum itu kesimpulannya bahwa itu terkait dengan kebebasan berekspresi. Mari kita lihat apakah Ketua PA 212 itu, dari perspektif UU Pemilu ada tidak melanggar,” imbuhnya.

Di sisi lain, Arsul mengatakan, akan jadi masalah jika kasus hukum diberhentikan begitu saja hanya karena dianggap kriminalisasi. Namun, proses hukum harus dijalankan sebagaimana mestinya, dan diputus sesuai fakta.

“Kalau kemudian posisinya adalah men-denny setiap proses hukum repot kita untuk menegakan hukum. Yang harus kita lakukan bukan men-denny proses hukum tapi melihat ada tidak proses hukum yang lain yang apple to apple artinya posisi kasusnya itu sama-sama kuat,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Sabik Aji Taufan

Soal Kasus Ketum PA 212, Petahana Minta Kubu 02 Tak Asal 'Ramai'