alexametrics

Sisi Positif dan Negatif Manuver Surya Paloh Menurut Pengamat

11 November 2019, 08:57:27 WIB

JawaPos.com – Aroma tidak sehat mulai berembus di internal koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu buntut dari saling sindir antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Hal tersebut diduga karena adanya kekecewaan Surya Paloh kepada Jokowi.

Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Mada Sukmajati menilai, kekecewaan tersebut muncul karena NasDem merasa berjasa besar dalam memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019 dan menjadi presiden untuk periode kedua. Namun, timbal balik bagi-bagi kekuasaan yang diberikan dinilai tak sebanding. Dan, pemerintahan lebih banyak didominasi PDI Perjuangan.

Mada menilai manuver NasDem belakangan ini menunjukkan adanya konstelasi di internal parpol pendukung pemerintahan. NasDem yang tak puas, mengambil narasi berbeda. Mereka cenderung apatis untuk bisa mewarnai periode kedua pemerintahan Jokowi. Salah satu cara yang dilakukan yakni bertemu dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Surya Paloh tampaknya merasa punya andil besar terhadap Jokowi dan merasa tak mendapat kompensasi memadai sehingga muncul ketidakpuasan dan bermanuver seperti itu,” kata Mada kepada wartawan, Senin (11/11).

Baca juga: Alasan Surya Paloh Pilih Anies Ketimbang Jokowi untuk Buka Kongres

Menurut dia, manuver itu sekaligus berupaya membangun upaya bargaining baru terhadap Jokowi dan koalisi. “Jadi ini sekaligus Surya Paloh ingin menunjukkan bahwa dia punya ruang yang besar untuk bermanuver sehingga dia mengajak Anies, mengajak PKS, ingin lebih menunjukkan imej ke Jokowi dan publik, bahwa dia masih punya kekuatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Mada menganggap manuver tersebut memiliki sisi baik dan buruk. Sisi positifnya yakni apabila manuver tersebut dianggap mengganggu pemerintahan, maka Jokowi akan mengakomodir keinginan Surya Paloh.

“Misalnya apakah Surya Paloh didekatkan ke Jokowi, semisal sebagai penasehat presiden. Atau alokasi lainnya seperti tambahan wakil menteri untuk NasDem,” ucapnya.

Namun, bisa juga Jokowi dan parpol pendukung melihat manuver Nasdem sebagai sesuatu yang tak ada manfaatnya. Sehingga responsnya juga berbeda. “Bisa jadi justru NasDem dieksklusi dari Jokowi dan parpol pendukungnya,” imbuh Mada.

Berdasar itu, berbagai peristiwa politik ke depan, menurut Mada, laik untuk ditunggu. Termasuk nanti pada penutupan Kongres NasDem, Senin (11/11), yang dikabarkan Presiden Jokowi dan para ketua umum parpol bakal hadir. “Kita lihat nanti respons Jokowi,” pungkas Mada.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads