Pilpres 2019

Jokowi Gunakan Cawapres 'Stuntman' untuk Lawan Sandi Uno?

11/09/2018, 10:11 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Erick Thohir, Wapres Jusuf Kalla dan Presiden Jokowi saat mengumumkan Ketua Tim Pemenangan Nasilan Pasangan Jokowi-Ma'ruf di Rumah Cemara, Jumat (7/9) (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengibaratkan Erick Tohir sebagai cawapres 'stuntmen'. Menurutnya, figur Bos Mahaka Grup yang berasal dari kalangan muda itu ditunjuk bukan hanya sebagai ketua tim kampanye nasional, tapi juga berperan untuk menutupi kekurangan Ma'ruf Amin.

"Kubu sebelah keluarkan strategi baru yaitu keluarkan cawapres stuntmen. Lihat saja meme-meme yang dikeluarkan kubu sebelah adalah (bukan) Maruf- Sandiaga tapi meme yang dikeluarkan adalah Erick Tohir dengan Bang Sandi. Itu artinya mereka butuh cawapres stuntmen untuk hadapi Prabowo - Sandi yaitu Erick Tohir," tuturnya di rumah Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/9) malam.

Kubu Jokowi, kata Andre, tengah membangun narasi bahwa Erick Thohir menjadi lawan tanding Sandiaga Uno. Padahal seharusnya kubu petahana lebih percaya diri untuk mempromosikan Ma'aruf Amin. Atau, lanjutnya, bisa saja Erick dinarasikan untuk bertarung dengan Ketua timses Prabowo yakni Jenderal (Purn) Djoko Santoso. 

"Seharusnya Apple to apple kan Bang Sandi dengan Kiai Ma'aruf dong. Tapi mereka munculkan Erick Thohir. Artinya jelas mereka butuh cawapres stuntmen," ujar Andre. 

Tak hanya itu, Andre menambahkan, kubu Jokowi kali ini hanya mengikuti cara permainan yang dilakukan oleh kubu Prabowo. Hal itu pun terlihat dari pembuatan tagar di pilpres. Koalisinya mencanangkan 2019 ganti presiden, sedangkan kubu rivalnya dengan hastag Jokowi dua periode atau tetap Jokowi.

"Ketika ij'tima ulama minta Prabowo cawapresnya dari ulama mereka pilih Kiai Ma'aruf. Lalu ketika Pak Prabowo pilih Sandi Uno dan responnya positif, lalu mereka cari figur muda, dan akhirnya dipilih Erick Thohir, petahana ini seperti folower kubu oposisi," tutupnya. 

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi