alexametrics

Saran Megawati ke Jokowi Jika Rekrut Menteri Milenial

11 Juli 2019, 09:58:22 WIB

JawaPos.com – Pasangan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin, disebut-sebut bakal mengisi kabinetnya dengan menteri dari generasi milenial. Langkah itu mendapat banyak respons dari publik. Bahkan parpol pendukung pun menyodorkan sejumlah nama dari kalangan anak muda.

Tidak ketinggalan juga dengan PDIP sebagai parpol pengusung utama pasangan presiden dan wakil presiden terpilih tersebut. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun memiliki pandangan tersendiri terhadap generasi milenial masuk kabinet.

Menurut Megawati, kalangan anak muda masuk kabinet suatu hal yang tidak salah. Namun demikian, mereka harus dipastikan bisa bekerja. Begitu yang dari generasi tua, mereka yang sudah sarat pengalaman dan bisa bekerja jangan sampai ditolak.

Sebetulnya pilihan Jokowi-Ma’ruf Amin ini tidaklah hal yang baru. Kata Megawati, pada zaman Presiden Pertama Soekarno ada anggota kabinet dari kalangan muda. Mereka itu memang pintar dan menguasai masalah.

“Ini yang saya lihat kelemahan kita dewasa ini. Orang disodor-sodorkan, tapi tidak mengerti secara praktis tata pemerintahan,” ujar Megawati dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (11/7).

Megawati menyarankan, anak muda yang bakal menjadi bagian dari kabinet Jokowi-Ma’ruf harus tahu soal DPR. Di sanalah tempat membuat undang-undang (UU), bertemu dan mengawasi mitra kerja, hingga memutuskan RUU bersama Pemerintah. Artinya, seorang muda itu paling tidak sudah harus belajar.

Presiden ke-5 itu menyebut, pada masa lalu ada menteri yang tidak paham mengenai perundang-undangan atau yang belum duduk di kursi DPR malah gagal. Namun Megawati tidak menyebutkan nama orang tersebut.

“Kita lihat, mereka-mereka yang tidak punya latar belakang di dalam proses menjalankan tata pemerintahan di republik ini, dia fail (gagal, red),” tuturnya.

Oleh sebab itulah, Megawati menegaskan kalau ada anak muda yang ingin jadi menteri seperti wacana yang saat ini beredar, sebaiknya menyiapkan dirinya dengan baik.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan ketertarikannya terhadap milenial untuk bisa membantunya di pemerintahan periode 2019-2024. Karena dia menginginkan orang yang energik dan cepat di pemerintahannya.

“Bisa saja ade menteri umur 20-25. Tapi harus mengerti manajerial, manajemen, mampu mengeksekusi program yang ada. Umur 30-an ‎juga banyak. Ini karena saat ini dan ke depan perlu adanya orang-orang dinamis, fleksibel dan mampu mengikuti perubahan zaman,” kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads