alexametrics

Jokowi Ingin Rekrut Menteri Milenial, Catat Pesan Megawati Ini

11 Juli 2019, 09:24:56 WIB

JawaPos.com – Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) tertarik bila kabinet yang ia pimpin bersama Ma’ruf Amin dipimpin oleh menteri dari kalangan milenial. Namun, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri memberi pesan kepada Jokowi terkait pemilihan menteri dari kalangan anak muda itu.

Menurut Megawati, bisa saja menteri itu dari kalangan anak muda. Namun sebaiknya dipastikan memang bisa bekerja. Begitupun yang berusia tua namun berpengalaman dan bisa bekerja, tak seharusnya ditolak. Megawati mencontohkan di zaman Presiden Indonesia pertama Soekarno ada anggota kabinet yang muda, tapi memang pintar dan menguasai masalah.

“Ini yang saya lihat kelemahan kita dewasa ini. Orang disodor-sodorkan, tapi tidak mengerti secara praktis tata pemerintahan,” ujar Megawati dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (11/7).

Megawati menyarankan anak muda yang nantinya menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf disarankan minimal tahu soal DPR. Sebab di situlah tempat membuat undang-undang (UU), bertemu dan mengawasi mitra kerja, hingga memutuskan RUU bersama Pemerintah.

Artinya, seorang muda itu paling tidak sudah harus belajar. Megawati memberikan gambaran dirinya masuk pemerintahan sudah memiliki pengalaman di DPR dalam membuat perundangan.

“Kalau tidak tahu proses bikin perundangan, bagaimana? Dan saya suka bilang (jadi menteri, red) memang mau mejeng saja? Saya tidak akan menyebut nama,” katanya.

Presiden ke-5 ini mejelaskan, ada menteri yang tidak paham mengenai perundang-undangan atau yang belum duduk di kursi DPR malah gagal. Namun sayang Megawati tidak menyebutkan nama. “Kita lihat, mereka-mereka yang tidak punya latar belakang di dalam proses menjalankan tata pemerintahan di republik ini, dia fail (gagal, red),” tuturnya.

“Karena dia akan bingung sebenarnya dia mau bikin apa. Perundang-undangan nggak hapal,” tambahnya.

Oleh sebab itulah, Megawati menegaskan kalau ada anak muda yang ingin jadi menteri seperti wacana yang saat ini beredar, sebaiknya menyiapkan dirinya dengan baik.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan ketertarikannya terhadap milenial untuk bisa membantunya di pemerintahan periode 2019-2024. Karena dia menginginkan orang yang energik dan cepat di pemerintahannya.

“Bisa saja ade menteri umur 20-25. Tapi harus mengerti manajerial, manajemen, mampu mengeksekusi program yang ada. Umur 30-an ‎juga banyak. Ini karena saat ini dan ke depan perlu adanya orang-orang dinamis, fleksibel dan mampu mengikuti perubahan zaman,” kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads